Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        DRMA Lokalisasi Fast Charging EV, Tekan Ketergantungan Impor

        DRMA Lokalisasi Fast Charging EV, Tekan Ketergantungan Impor Kredit Foto: Unsplash/Waldemar Brandt
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) mengembangkan infrastruktur fast charging station kendaraan listrik (EV) dengan tingkat kandungan lokal tinggi sebagai bagian dari strategi memperkuat ekosistem EV nasional dan menekan ketergantungan impor. Langkah ini ditegaskan perseroan di tengah dorongan pemerintah untuk meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan mempercepat transisi energi.

        President Director Dharma Polimetal, Irianto Santoso, menyatakan pengembangan fast charging station lokal merupakan bentuk dukungan langsung terhadap kebijakan pemerintah di sektor kendaraan listrik.

        “Langkah ini merupakan wujud dari dukungan kami terhadap kebijakan pemerintah untuk mendorong peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) kendaraan listrik serta mengurangi ketergantungan pada impor,” kata Irianto, dalam keterangan resmi, Jakarta, Sabtu (14/2/2026). 

        Baca Juga: SPKLU PLN Tembus 4.655 Unit, Tumbuh 44% Sepanjang 2025

        Pengembangan fast charging station ber-TKDN tinggi tersebut menjadi bagian dari strategi DRMA membangun ekosistem EV terintegrasi di dalam negeri. Perseroan menilai ketersediaan stasiun pengisian cepat berbasis lokal akan meningkatkan aksesibilitas, mempercepat waktu pengisian daya, serta meningkatkan kenyamanan pengguna kendaraan listrik, khususnya roda dua.

        Sebagai bagian dari implementasi strategi tersebut, DRMA memperkenalkan Battery Energy Storage System (BESS) yang terintegrasi dengan charging station buatan perseroan pada ajang Indonesia International Motor Show 2026. Produk ini dirancang untuk mendukung efisiensi pasokan listrik sekaligus meningkatkan keandalan infrastruktur pengisian daya EV.

        Di luar pengembangan infrastruktur, DRMA juga mendorong percepatan konversi kendaraan roda dua dari mesin pembakaran internal (internal combustion engine/ICE) ke kendaraan listrik. Perseroan menyediakan layanan konversi motor ICE menjadi EV sebagai bagian dari ekosistem terintegrasi Dharma Connect DC Cross.

        Baca Juga: Komisaris Tambah Kepemilikan Saham DRMA Senilai Rp4,08 Miliar

        Inisiatif konversi tersebut menyasar karakteristik pasar otomotif Indonesia yang didominasi kendaraan roda dua, sekaligus memperluas adopsi EV dengan biaya yang lebih terjangkau dibandingkan pembelian unit baru.

        Manajemen DRMA menegaskan seluruh inisiatif tersebut selaras dengan agenda pemerintah dalam menurunkan emisi karbon, mempercepat adopsi kendaraan listrik, serta membangun ekosistem EV yang berkelanjutan di Indonesia.

        Sejalan dengan strategi diversifikasi dan inovasi yang konsisten, DRMA menyatakan berada dalam posisi kuat untuk menangkap peluang pertumbuhan pada 2025. Perseroan menargetkan penjualan sebesar Rp6 triliun pada periode tersebut.

        “Peluang pertumbuhan ini akan didorong oleh stabilitas di segmen roda dua dan roda empat, serta kontribusi dari lini bisnis kendaraan listrik (EV) dan sektor non-otomotif yang kian ekspansif,” ujar Irianto.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Annisa Nurfitri
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: