Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Studi LPEM UI: 10 Tahun Transjakarta Beroperasi Beri Dampak Rp73,8 T Ekonomi Nasional

        Studi LPEM UI: 10 Tahun Transjakarta Beroperasi Beri Dampak Rp73,8 T Ekonomi Nasional Kredit Foto: Antara/Sigid Kurniawan
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) tidak hanya berperan sebagai moda transportasi publik, tetapi juga telah menjadi motor penggerak perekonomian nasional. 

        Sebuah studi terbaru dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) mengungkapkan bahwa dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir, operasional Transjakarta telah menciptakan nilai tambah ekonomi hingga Rp73,8 triliun.

        Kepala Divisi Penelitian Transportasi, Properti, dan Perkotaan LPEM FEB UI sekaligus Ketua Tim Peneliti, Muhammad Halley Yudhistira, Ph.D., menjelaskan bahwa dampak ekonomi tersebut tercipta dari seluruh rantai aktivitas bisnis Transjakarta selama periode 2015 hingga 2024.

        “Studi ini menunjukkan bahwa sepanjang 2015-2024, aktivitas Transjakarta telah menciptakan output ekonomi nasional senilai Rp73,8 triliun. Dari jumlah tersebut, Rp62,4 triliun di antaranya berdampak langsung di wilayah DKI Jakarta," ujar Halley dalam forum diseminasi hasil studi di Aula MPKP FEB UI, Kampus UI Salemba.

        Lebih lanjut, kajian tersebut menyoroti manfaat langsung yang dirasakan oleh pengguna layanan. Kehadiran Transjakarta dengan sistem tarif yang terjangkau telah mendorong efisiensi signifikan dalam pengeluaran rumah tangga.

        Studi menemukan bahwa penghematan biaya transportasi yang diperoleh warga DKI Jakarta mencapai Rp174.400 per bulan. Sementara itu, manfaat yang lebih besar justru dirasakan oleh pengguna dari wilayah penyangga di luar DKI Jakarta, yang menghemat rata-rata Rp245.500 per bulan.

        "Besaran penghematan bagi warga non-DKI ini setara dengan proporsi pengeluaran rumah tangga untuk konsumsi buah-buahan, atau sekitar setengah dari pengeluaran konsumsi beras bulanan mereka," terang Halley, mengilustrasikan besarnya manfaat ekonomi langsung yang kembali ke kantong masyarakat.

        Tidak hanya berdampak pada penghematan, keberadaan Transjakarta juga terbukti menjadi salah satu penyumbang penyerapan tenaga kerja. Sepanjang periode studi, layanan Transjakarta secara konsisten menciptakan sekitar 32 ribu lapangan kerja setiap tahunnya. 

        Angka ini mencakup tenaga kerja langsung di lingkungan Transjakarta maupun multiplier effect dari industri pendukung yang tumbuh di sekitarnya.

        Dari sisi lingkungan, studi LPEM FEB UI juga mencatat kontribusi positif Transjakarta dalam upaya pengendalian polusi udara di ibu kota. Dengan beralihnya masyarakat dari kendaraan pribadi ke moda transportasi massal, terjadi penurunan signifikan terhadap kadar polutan berbahaya, seperti PM₂.₅, CO, NO₂, dan SO₂ di udara Jakarta.

        Forum diseminasi yang digelar oleh LPEM FEB UI dihadiri oleh beragam pemangku kepentingan. Hadir antara lain Asisten Perekonomian dan Keuangan Setda Provinsi DKI Jakarta, Suharini Eliawati; Ketua DPRD Komisi B DKI Jakarta, Nova Harian Paloh; serta Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Bambang Arianto.

        Tak ketinggalan, hadir pula perwakilan dari komunitas pegiat transportasi umum, seperti Advisor Gerakan Aksesibilitas Umum Nasional, David Tjahyana, dan content creator urbanisme, Fariz Egia Gamal, yang turut menyuarakan perspektif pengguna. Para akademisi UI, jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemprov DKI Jakarta, serta perwakilan NGO dan komunitas juga turut serta dalam diskusi.

        Baca Juga: Transjakarta Cetak Rekor, Layani 413 Juta Pelanggan Sepanjang 2025

        Menutup pemaparannya, Halley Yudhistira menegaskan kembali posisi vital transportasi umum dalam tatanan kehidupan kota.

        "Transportasi adalah tulang punggung sekaligus urat nadi perekonomian. Semakin baik transportasinya, semakin sehat urat nadinya, semakin kuat jantungnya, dan semakin lancar aktivitas kotanya," tegasnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Amry Nur Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: