Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Insiden Koridor 13 Jadi Momentum Evaluasi Transjakarta, BAJA: Accident Rate Turun 40 Persen Sejak 2022

Insiden Koridor 13 Jadi Momentum Evaluasi Transjakarta, BAJA: Accident Rate Turun 40 Persen Sejak 2022 Kredit Foto: Antara/Aprillio Akbar
Warta Ekonomi, Jakarta -

Barisan Jakarta (BAJA) menyatakan dukungan terhadap Transjakarta sebagai sistem transportasi publik utama di wilayah Jabodetabek. Pernyataan ini disampaikan Ketua Umum BAJA, R. Lintang Fisutama, menyikapi insiden yang terjadi di Koridor 13.

Menurut Lintang, penilaian terhadap Transjakarta harus dilakukan secara objektif dan berbasis data, bukan hanya bertumpu pada satu peristiwa. Ia menekankan bahwa sistem transportasi tersebut melayani lebih dari 1,4 juta perjalanan setiap hari dan memiliki kontribusi besar terhadap mobilitas warga Jakarta.

Sepanjang 2025, Transjakarta mencatat 413 juta pelanggan. Angka ini meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan 2022, dengan pertumbuhan rata-rata (CAGR) 29 persen. Tren kenaikan pelanggan juga terlihat dalam beberapa tahun terakhir, yakni 189 juta pada 2018, 265 juta (2019), 132 juta (2020), 123 juta (2021), 191 juta (2022), 285 juta (2023), 372 juta (2024), dan 413 juta pada 2025.

Dari sisi efisiensi, subsidi per pelanggan disebut turun 14 persen dibandingkan 2022. Penurunan ini terjadi di tengah kenaikan UMP rata-rata 5,17 persen per tahun dan inflasi rata-rata 2,7 persen per tahun. BAJA menilai hal tersebut menunjukkan pengelolaan operasional yang semakin efektif.

Tingkat kepuasan pelanggan juga tercatat tinggi. Indeks Kepuasan Pelanggan berada di angka 4,4 dari 5,0, sementara Net Promoter Score (NPS) mencapai 73 persen, yang menunjukkan mayoritas pelanggan merasa puas dan bersedia merekomendasikan layanan tersebut.

Saat ini, cakupan layanan Transjakarta menjangkau 92,4 persen populasi dengan 233 rute dan 4.869 unit bus yang beroperasi. Dari aspek keselamatan, tingkat kecelakaan (accident rate) dilaporkan turun dari 0,55 pada 2022 menjadi 0,33 pada 2025 atau turun sekitar 40 persen. Sementara itu, severity index berada di angka 0,00 sejak 2023 hingga 2025.

Baca Juga: Gubernur Pramono Pastikan Korban Kecelakaan Bus Transjakarta Ditanggung Full

Lintang menegaskan BAJA mendukung evaluasi dan peningkatan standar keselamatan secara berkelanjutan pascainsiden Koridor 13. Namun, ia mengingatkan agar opini publik tetap proporsional.

“Transjakarta adalah tulang punggung mobilitas warga. Kritik harus konstruktif, tetapi jangan sampai melemahkan kepercayaan terhadap transportasi publik yang sudah terbukti kinerjanya,” ujarnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait:

Bagikan Artikel: