Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I Didorong Tumbuh 6%, Belanja Rp809 Triliun Dikucurkan

        Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I Didorong Tumbuh 6%, Belanja Rp809 Triliun Dikucurkan Kredit Foto: Cita Auliana
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, targetkan pertumbuhan ekonomi pada triwulan I tahun ini berada di kisaran 5,5% hingga 6% yang didukung dengan belanja negara mencapai Rp809 triliun.

        “Kita prediksi triwulan pertama ini, kita akan tekan, dorong ke arah 5,5% sampai 6%. Kemudian besar sih mendekati 6%,” ujar Purbaya dalam konferensi pers Indonesia Economic Outlook 2026 di Jakarta, dikutip pada Senin (16/2/2026).

        Ia menyatakan seluruh belanja pemerintah yang terkait program prioritas akan direalisasikan tepat waktu guna menjaga momentum pertumbuhan.

        Baca Juga: Purbaya: Ekspansi Ekonomi Bisa Berlanjut hingga 2033

        “Di triwulan pertama seluruh belanja pemerintah yang berhubungan dengan program-program kita akan kita pastikan dibelanjakan tepat waktu, betul-betul dibelanjakan tepat waktu,” katanya.

        Adapun belanja tersebut mencakup percepatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp62 triliun, pembayaran THR aparatur sipil negara (ASN) Rp55 triliun, rehabilitasi dan rekonstruksi bencana di Sumatera Rp6 triliun, serta paket stimulus senilai Rp13 triliun. 

        “Jadi kita proyeksikan belanja negara triwulan pertama akan mencapai Rp809 triliun,” ujarnya.

        Selain belanja fiskal, pemerintah juga menjaga investasi dan melakukan sinkronisasi kebijakan dengan bank sentral agar sektor finansial dapat mendorong perekonomian.

        Baca Juga: Ekonomi RI Ekspansif hingga 2033, Purbaya Pastikan Lapangan Kerja Bertambah

        “Di samping itu kita jaga juga investasi dan sinkronisasi kebijakan kita dengan bank sentral supaya sektor finansial bisa mendorong perekonomian,” kata Purbaya.

        Selanjutnya, pemerintah juga tengah memperbaiki iklim investasi melalui proses debottlenecking bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

        “Di samping itu kami juga terus memperbaiki iklim investasi dengan melakukan proses debottlenecking bersama Kemenko Perekonomian. Jadi prospek kita akan baik tahun ini kita coba dorong ke arah 6%,” ujarnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Azka Elfriza
        Editor: Annisa Nurfitri

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: