Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Optimalkan Potensi WKP Lahendong, PGE Perkuat Sinergi dengan Selandia Baru

        Optimalkan Potensi WKP Lahendong, PGE Perkuat Sinergi dengan Selandia Baru Kredit Foto: PGE
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) menjajaki kerja sama dengan Selandia Baru dan Provinsi Sulawesi Utara, untuk mengembangkan energi panas bumi lewat kemitraan sister city.

        Penjajakan kemitraan sister city ini membuka peluang kolaborasi di berbagai sektor strategis, termasuk pengembangan energi bersih, khususnya panas bumi, pariwisata berkelanjutan, pertanian, perdagangan, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM).

        Sulawesi Utara dan Selandia Baru disebut memiliki kesamaan karakteristik, mulai dari potensi panas bumi yang besar, kekayaan sektor pariwisata dan agrikultur, hingga nilai budaya yang kuat.

        Kesamaan tersebut menjadi fondasi penting bagi pertukaran pengetahuan, peningkatan kerja sama teknis, serta penciptaan nilai tambah ekonomi yang berkelanjutan bagi kedua wilayah.

        Baca Juga: Dari Prancis hingga Jepang, Intip Profil 3 Perusahaan Peserta Tender WtE Danantara

        Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia HE Phillip Taula, menyoroti besarnya potensi Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Lahendong, dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah di Sulawesi Utara.

        "Kami mendukung pengembangan panas bumi di Lahendong melalui kerja sama teknis, peningkatan kapasitas, serta pertukaran pengetahuan antara institusi riset, universitas, dan sektor industri," ujarnya lewat keterangan resmi yang dikutip pada Senin (16/2/2026).

        Komitmen terhadap kemitraan ini juga ditegaskan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.

        Gubernur Sulawesi Utara yang diwakili oleh Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Dr Denny Mangala, menyampaikan harapannya agar kerja sama sister city ini dapat menghadirkan manfaat konkret.

        "Melalui program ini, kami berharap terjadi transfer pengetahuan dan teknologi yang konkret, peningkatan kapasitas SDM, serta terbukanya peluang investasi baru yang saling menguntungkan bagi kedua negara," harapnya.

        Saat ini, PGE Area Lahendong mengoperasikan enam Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) dengan total kapasitas 120 megawatt (MW), setara dengan pemenuhan 24 persen kebutuhan listrik di wilayah Sulawesi Utara.

        Baca Juga: Jelang Rapat Lanjutan Amerika Serikat-Iran, Begini Nasib Harga Minyak Hari Ini (16/2)

        Operasi ini berkontribusi pada potensi pengurangan emisi hingga 624.000 ton CO2 per tahun.

        PGE juga tengah mengakselerasi pengembangan PLTP Lahendong Unit 7 dan 8 berkapasitas $2 \times 20$ MW, serta binary unit berkapasitas 15 MW.

        Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk Ahmad Yani menyampaikan, PGE Area Lahendong merupakan salah satu wilayah kerja unggulan PGE, sekaligus contoh nyata kontribusi panas bumi bagi pembangunan daerah.

        "Selain menghasilkan listrik bersih, PGE berkontribusi langsung terhadap pendapatan daerah melalui PNBP panas bumi, bonus produksi, serta satu persen pendapatan yang disalurkan langsung ke kas daerah."

        "Ini menjadi modal penting bagi daerah untuk mengembangkan program pembangunan berkelanjutan," jelasnya.

        Ahmad Yani juga menekankan, pengembangan panas bumi tidak berhenti pada produksi listrik semata, melainkan diperluas ke penciptaan nilai tambah melalui pemanfaatan langsung (direct use) dan pengembangan rantai bisnis turunan panas bumi.

        "Kita tidak hanya berbicara menghasilkan listrik bersih, tetapi juga mengembangkan potensi rantai nilai panas bumi."

        Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Antisipasi Dampak Pendangkalan Sungai di Kalbar, Alihkan Suplai BBM via IT Pontianak

        "Di Lahendong, PGE telah menjalankan berbagai proyek percontohan (pilot project) pemanfaatan langsung."

        "Kami optimistis inisiatif sister city ini dapat menjadi model peran (role model) kerja sama lintas negara di tingkat daerah, khususnya dalam pengembangan panas bumi dan ekonomi hijau," tuturnya. (*)

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
        Editor: Yaspen Martinus

        Bagikan Artikel: