Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Bahas Utang Whoosh, Danantara: Masalah Ada di Investasi

        Bahas Utang Whoosh, Danantara: Masalah Ada di Investasi Kredit Foto: Romus Panca
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) Dony Oskaria membahas mengenai utang proyek Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) atau Whoosh. Dirinya meminta masyarakat untuk tidak mengkhawatirkan utang tersebut.

        Ia menjelaskan proses negosiasi utang dengan Tiongkok akan segera dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Ini disampaikannya saat diwawancara di sela acara Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta.

        "Yang dikhawatirkan apa? Masalahnya apa sebenarnya? Saya juga bingung. Masalahnya apa sih. Apa coba? Kan suka hobi nanya aja. Sebetulnya kan sudah selesai. Proses itu akan diselesaikan," ujar Dony, dikutip Senin (16/2).

        Proyek ini juga telah memberikan dampak ekonomi berkelanjutan kepada masyarakat. Dirinya mengatakan yang menjadi masalah hanya investasi awal yang relatif kecil, sehingga pembiayaan proyek bergantung pada utang.

        "Dia memberikan dampak ekonomi. Secara operasional mereka mampu untuk sustain. Masalahnya kan hanya di investasi kita yang kekecilan, sehingga utangnya menjadi besar waktu pembangunan," sebut Dony.

        Baca Juga: Danantara Prioritaskan Saham Publik untuk Investasi, Ini Syaratnya!

        Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pembayaran utang kereta cepat akan menggunakan skema 50-50, tidak sepenuhnya mengandalkan APBN.

        "Saya belum tanya tuh masalah itu. (Udah dikasih tahu bakal pakai APBN?) Belum. Seingat saya sih masih 50-50 tapi saya akan diskusikan," katanya saat ditemui di Financial Club, Jakarta, dikutip Jumat (13/2).

        Sementara, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, mengatakan pembayaran utang kereta cepat akan menggunakan APBN. Dan hingga sekarang proses negosiasi masih berlangsung dengan BPI Danantara sebagai perwakilan.

        "Iya (utang KA Cepat dibayar dengan APBN)," tegasnya saat ditanya pewarta di Stasiun Gambir, pada Selasa(10/2/2026).

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: