- Home
- /
- New Economy
- /
- Energi
Kuba Dilanda Krisis Avtur Akibat Sanksi AS, Indonesia Targetkan Mandiri di 2027
Kredit Foto: Pertamina
Kuba resmi menangguhkan pasokan avtur bagi maskapai asing setelah cadangan bahan bakar penerbangan nasional dinyatakan habis sejak 9 Februari 2026. Krisis ini memaksa otoritas bandara internasional di Kuba menghimbau maskapai asing untuk membawa bahan bakar mandiri guna perjalanan pulang pergi.
Pemerintah Kuba menyatakan bahwa krisis energi ini merupakan dampak langsung dari tekanan sanksi Amerika Serikat di bawah pemerintahan Donald Trump. Washington mengancam akan mengenakan tarif dan sanksi sekunder terhadap negara-negara yang memasok produk petroleum ke Havana, termasuk Meksiko yang kini mulai menghentikan pengirimannya.
Kondisi kritis ini telah memukul sektor pariwisata yang menjadi sumber utama devisa negara. Di dalam negeri, pemerintah Kuba pun terpaksa menerapkan penjatahan bensin dan solar secara ketat, mengurangi jam kerja perusahaan negara, hingga menutup sementara sejumlah tempat wisata untuk menghemat energi.
Menteri Luar Negeri Kuba, Bruno Rodríguez Parrilla, mengecam tindakan Amerika Serikat yang dianggap menggunakan paksaan ekonomi untuk mengisolasi negaranya. Sementara itu, Rusia melalui juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menyatakan pihaknya sedang mengevaluasi dukungan diplomatik untuk membantu Havana menghadapi tekanan tersebut.
Berbanding terbalik dengan situasi di Kuba, Pemerintah Indonesia justru memperkuat strategi ketahanan energi nasional. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menargetkan Indonesia akan menghentikan seluruh impor avtur mulai tahun 2027 mendatang.
Kebijakan ini merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memaksimalkan kapasitas kilang dalam negeri, termasuk melalui proyek RDMP Kilang Balikpapan. Strategi ke depan difokuskan pada impor minyak mentah (crude) saja, bukan lagi produk olahan jadi guna menghemat devisa negara.
“Termasuk avtur, Bapak Presiden. Jadi 2027 insya Allah kita tidak lagi melakukan impor avtur. Ke depan, atas perintah Bapak Presiden, kita hanya akan mengimpor crude-nya saja,” ujar Bahlil saat peresmian RDMP Kilang Balikpapan.
Baca Juga: Setelah Solar, Bahlil Pastikan RI Setop Impor Avtur dan Bensin pada 2027
Meski menyadari kebijakan pemotongan jalur impor ini akan menuai pro dan kontra, pemerintah menegaskan tetap fokus pada kemandirian energi. Langkah ini diharapkan mampu menipiskan tekanan ekonomi akibat ketergantungan impor dan memperkuat industri pengolahan minyak nasional bagi kepentingan bangsa.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Christian Andy
Editor: Amry Nur Hidayat