Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Cashlez (CASH) Derita Rugi Rp68,11 Miliar Sepanjang 2025, Bengkak 101%

        Cashlez (CASH) Derita Rugi Rp68,11 Miliar Sepanjang 2025, Bengkak 101% Kredit Foto: Cashlez
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk (CASH) masih bergulat dengan tekanan kinerja sepanjang 2025. Perseroan mencatat rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp68,11 miliar, bengkak 101,9 persen dibandingkan kerugian Rp33,73 miliar pada tahun sebelumnya.

        Penurunan kinerja tersebut tidak lepas dari merosotnya pendapatan yang turun 20,35 persen menjadi Rp110,18 miliar, dari Rp138,34 miliar pada 2024. Kontribusi pendapatan berasal dari penjualan perangkat sebesar Rp77 miliar, jasa instalasi Rp19,79 miliar, serta fee merchant discount rate Rp13,38 miliar.

        Beban pokok pendapatan berhasil ditekan menjadi Rp90 miliar dari Rp119,33 miliar. Hal ini membuat Perseroan masih mampu membukukan laba kotor Rp20,17 miliar sepanjang 2025, sedikit meningkat dari Rp19 miliar pada tahun sebelumnya.

        Baca Juga: Penjualan Naik, tapi Pengelola Hypermart (MPPA) Masih Tekor Rp152 Miliar di 2025

        Namun, lonjakan kerugian piutang neto menjadi Rp11,16 miliar dari hanya Rp360,83 juta pada 2024 menjadi salah satu biang kerok yang mendorong rugi usaha naik tajam menjadi Rp45,97 miliar, dibandingkan Rp35,97 miliar pada tahun sebelumnya.

        Di sisi beban operasional, beban penjualan turun menjadi Rp1,64 miliar dari Rp1,91 miliar. Sementara beban umum dan administrasi naik tipis ke Rp53,33 miliar dari Rp52,71 miliar. Beban keuangan justru melonjak signifikan menjadi Rp10,67 miliar pada 2025, dari Rp6,94 miliar pada tahun sebelumnya.

        Tekanan juga datang dari sisi perpajakan. Beban pajak meningkat dari Rp881,81 juta menjadi Rp1,67 miliar, sedangkan beban pajak tangguhan melonjak menjadi Rp11,17 miliar sepanjang 2025, dari Rp9,3 miliar pada 2024.

        Baca Juga: Rugi Link Net (LINK) Bengkak Jadi Rp1,44 Triliun pada 2025

        Dari sisi neraca, total aset Perseroan naik menjadi Rp271,63 miliar dari Rp233,63 miliar pada 2024. Liabilitas bengkak menjadi Rp209,59 miliar dari Rp112,5 miliar. Sementara itu, ekuitas turun menjadi Rp62,03 miliar dari Rp121,13 miliar pada tahun sebelumnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: