Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Rusia Resmi Blokir WhatsApp, Warga Juga Diminta Tinggalkan Aplikasi Meta

        Rusia Resmi Blokir WhatsApp, Warga Juga Diminta Tinggalkan Aplikasi Meta Kredit Foto: Unsplash/Christian Wiediger
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Aplikasi pesan instan WhatsApp resmi diblokir sepenuhnya di Rusia setelah dinilai gagal mematuhi hukum setempat. Pemerintah Rusia kini mendorong warganya beralih ke aplikasi pesan nasional bernama MAX.

        Kebijakan pemblokiran itu disampaikan pada Kamis waktu setempat. Juru bicara Rusia, Dmitry Peskov, menegaskan keputusan tersebut diambil karena sikap perusahaan induk WhatsApp yang dianggap tidak kooperatif.

        “Karena keengganan Meta untuk mematuhi hukum Rusia, keputusan tersebut memang diambil dan diterapkan,” kata Peskov kepada wartawan. Ia sekaligus menyarankan masyarakat menggunakan MAX sebagai alternatif komunikasi.

        “MAX adalah alternatif yang mudah diakses, aplikasi pesan yang sedang berkembang, aplikasi pesan nasional, dan tersedia di pasaran bagi warga sebagai alternatif,” ujarnya. Pemerintah Rusia menyebut aplikasi itu aman dan sah digunakan.

        Namun, sejumlah pengkritik menilai MAX berpotensi menjadi alat pengawasan negara. Tuduhan tersebut dibantah otoritas Rusia yang menyebut aplikasi nasional diperlukan untuk kedaulatan digital.

        Pemblokiran WhatsApp disebut sebagai puncak tekanan selama enam bulan terhadap perusahaan teknologi asal Amerika Serikat. Langkah ini sejalan dengan upaya Rusia membangun infrastruktur komunikasi yang sepenuhnya berada di bawah kendali nasional.

        Perusahaan induk WhatsApp, Meta Platforms, sebelumnya telah ditetapkan sebagai organisasi ekstremis di Rusia. WhatsApp juga mengecam kebijakan tersebut karena dinilai merugikan pengguna.

        “Upaya untuk mengisolasi lebih dari 100 juta pengguna dari komunikasi pribadi dan aman merupakan langkah mundur dan hanya akan menyebabkan berkurangnya keamanan bagi masyarakat di Rusia,” demikian pernyataan WhatsApp.

        Baca Juga: Geramnya Rusia ke Trump Gegara Tak Dilibatkan Soal Bisnis Minyak Venezuela

        Secara teknis, sejumlah domain WhatsApp telah dihapus dari sistem domain nasional Rusia. Akibatnya, aplikasi hanya dapat diakses melalui jaringan pribadi virtual atau VPN.

        Otoritas Rusia melalui Roskomnadzor sebelumnya menuduh WhatsApp gagal bekerja sama dalam kasus penipuan dan terorisme. Pemerintah juga menuntut perusahaan asing membuka kantor perwakilan lokal agar tetap dapat beroperasi di Rusia.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Christian Andy
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: