Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Ogah Ikuti Usul IMF Naikkan Pajak, Purbaya Fokus Tutup Kebocoran

        Ogah Ikuti Usul IMF Naikkan Pajak, Purbaya Fokus Tutup Kebocoran Kredit Foto: Cita Auliana
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi usulan Dana Moneter Internasional (IMF) yang mensimulasikan skenario kenaikan bertahap pajak penghasilan (PPh) karyawan atau PPh Pasal 21 sebagai salah satu opsi menjaga defisit anggaran tetap di bawah 3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

        Usulan tersebut dimuat dalam laporan Selected Issues Paper bertajuk Golden Vision 2045: Making the Most Out of Public Investment, yang menilai kebijakan tersebut berpotensi menjadi sumber pembiayaan tambahan untuk peningkatan investasi publik di Indonesia.

        “Kan kita nggak 3% (defisit) selama ini juga, kan selama ini 3%-nya bagus, usulan IMF itu bagus untuk naikin pajak,” kata Purbaya di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (18/2/2026).

        Meski demikian, Purbaya menegaskan fokus pemerintah saat ini bukan pada kenaikan tarif pajak, melainkan pada upaya memperluas basis pajak serta menutup kebocoran penerimaan negara.

        Baca Juga: IMF Sarankan RI Naikan Pajak Penghasilan Untuk Teken Defisit

        “Kan saya bilang sebelum ekonominya kuat, kita nggak akan ubah-ubah itu tarif pajak. Tapi kita akan ekstensifikasi, tutup kebocoran pajak, dan lain-lain,” tuturnya.

        Ia menjelaskan strategi utama pemerintah adalah mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat agar penerimaan pajak meningkat secara alami, sehingga tekanan terhadap defisit dapat ditekan tanpa penyesuaian tarif.

        “Dan yang saya pastikan adalah supaya ekonominya tumbuh lebih cepat, sehingga pajak saya lebih tinggi, sehingga 3 persen itu bisa dihindari secara otomatis,” ucapnya.

        Purbaya juga menilai kebijakan fiskal ekspansif yang ditempuh pemerintah dalam beberapa waktu terakhir terbukti efektif. Pemerintah memaksimalkan ruang defisit untuk memberikan stimulus ekonomi hingga aktivitas ekonomi kembali berbalik arah pada triwulan IV tahun lalu.

        Baca Juga: DJP Siapkan Extra Effort untuk Kejar Target Pajak 2026

        “Itu sebetulnya strategi yang amat smart. Kita nggak lewatin 3 persen, ekspansi fiskal, kasih stimulus ke ekonomi, ekonominya balik. Tinggal kita lari, kita tinggal atur ke depan seperti apa yang ramai ekonominya,” terangnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Cita Auliana
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: