- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
IHSG Sesi I Merosot ke Level 8.261, JPFA, MBMA dan INKP Top Losers LQ45
Kredit Foto: Antara/Galih Pradipta
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) beralih ke zona merah pada penutupan sesi pertama perdagangan Jumat, 20 Februari 2026. Berdasarkan data RTI, IHSG merosot 12,92 poin atau 0,16% ke level 8.261,15.
Perlu diketahui bahwa pada perdagangan pagi tadi IHSG sebenarnya berada di zona hijau dan sempat menempati posisi tertinggi di level 8.328,42. Sementara posisi terendah harian berada pada level 8.236,75.
Pergerakan saham pada siang hari ini didominasi tren negatif. Sebanyak 402 saham melemah, 252 saham menguat dan 161 saham mendatar.
Terpantau ada enam sektor mencetak rapor merah dan lima sektor menghijau. Sektor properti memimpin pelemahan dengan koreksi -1,18%, diikuti barang konsumen primer -1,01%, energi -0,97%, kesehatan -0,63%, bahan baku -0,53% dan sektor keuangan -0,10%.
Sementara itu, sektor transportasi melejit 1,08%, industri 0,61%, teknologi 0,53%, barang konsumen primer 0,40% dan sektor infrastruktur naik 0,38%.
Baca Juga: Pemerintah dan Freeport Teken MoU, Investasi 20 Miliar Dolar AS dan Tambahan 12 Persen Saham Negara
Hingga pertengahan hari ini, IHSG sudah membukukan nilai transaksi Rp11,29 triliun. Hal itu berkat adanya perdagangan 25,81 miliar lembar saham dengan frekuensi 1.680.612 kali.
Ditinjau dari indeks LQ45, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) memimpin jajaran top losers dengan penurunan -4,44% ke Rp2.370. Disusul PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) yang terkoreksi -4,42% ke Rp865 dan PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) yang ambruk -3,16% ke Rp9.975.
Di posisi top gainers ada PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) yang melesat 6,64% ke Rp3.050, PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) yang menanjak 5,24% ke Rp3.010 dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) yang terapresiasi 1,84% ke Rp1.935.
Baca Juga: Suspensi Berakhir, Saham AKKU dan INPS Masuk Papan Pemantauan Khusus
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Imam Gunadi, menilai pergerakan pasar hari ini cenderung fluktuatif, dipengaruhi kombinasi sentimen global dan domestik.
Dari eksternal, perhatian pelaku pasar tertuju pada meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) terkait negosiasi kesepakatan nuklir yang berjalan alot. Situasi tersebut turut menekan indeks-indeks utama di Wall Street.
Pemerintah AS dilaporkan mengerahkan kapal induk ke kawasan Timur Tengah, sementara Iran bersama Rusia menggelar latihan militer yang sempat mengganggu sebagian jalur strategis di Selat Hormuz. Perkembangan ini memicu kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan minyak global.
Sementara dari dalam negeri, Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75 persen, sejalan dengan ekspektasi pasar. Kebijakan tersebut diarahkan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah yang masih menghadapi tekanan dari penguatan dolar AS.
Di sisi lain, pertumbuhan kredit pada Januari 2026 tercatat tetap solid dengan kenaikan 9,96 persen secara tahunan. Menurut Imam, capaian tersebut mencerminkan ekspansi perbankan yang semakin agresif dalam mendukung pembiayaan sektor riil dan aktivitas ekonomi nasional.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: