Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        PYC Soroti Risiko Defisit Pasokan Biodiesel Jika Mandatori B40 Ditingkatkan

        PYC Soroti Risiko Defisit Pasokan Biodiesel Jika Mandatori B40 Ditingkatkan Kredit Foto: Purnomo Yusgiantoro Center (PYC)
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Purnomo Yusgiantoro Center (PYC) mengungkap potensi risiko defisit pasokan biodiesel nasional, jika kebijakan mandatori pencampuran biodiesel ditingkatkan di atas B40.

        Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan PYC Talks Vol. 1 bertajuk Diseminasi Studi: Analisis Rantai Pasok Biodiesel, yang digelar di Kantor PYC, Jakarta Selatan, Selasa (24/2/2026).

        Ketua Umum PYC Filda C Yusgiantoro mengatakan, keberhasilan kebijakan biodiesel sangat bergantung pada dukungan regulasi dan koordinasi lintas sektor, dalam mengatasi tantangan rantai pasok.

        “Keberhasilan kebijakan biodiesel sangat bergantung pada dukungan regulasi dan koordinasi lintas sektor, guna mengatasi tantangan rantai pasok."

        "Mulai dari produktivitas lahan, alokasi CPO, hingga kesiapan infrastruktur distribusi,” ujarnya.

        Direktur Bioenergi Ditjen EBTKE Kementerian ESDM Edi Wibowo menambahkan, program mandatori biodiesel merupakan upaya strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional, melalui pemanfaatan bahan bakar nabati berbasis sawit.

        Menurutnya, keberhasilan program ini sangat bergantung pada kesiapan rantai pasok biodiesel dari hulu hingga hilir, mulai dari ketersediaan CPO hingga kapasitas produksi.

        Dalam studi yang dipaparkan PYC bersama Institute for Resource Efficiency and Energy Management (IREEM), hasil pemodelan menunjukkan pada skenario baseline B40, rasio supply-demand biodiesel diproyeksikan turun di bawah 100% mulai sekitar 2042.

        Sementara pada skenario eskalasi blending B50 hingga B90, tekanan terhadap sistem pasokan diperkirakan terjadi lebih cepat, dengan rasio supply-demand biodiesel turun di bawah 100% mulai 2030.

        Research Coordinator PYC Massita Ayu Cindy merekomendasikan agar kebijakan mandatori B40 dipertahankan, sebagai baseline untuk menjaga keseimbangan pasokan biodiesel nasional.

        Baca Juga: Indonesia Sepakati Impor Bioetanol dari Amerika Serikat hingga Tahun 2030

        “Implementasi kebijakan di atas B40 secara praktis berpotensi mempercepat risiko defisit pasokan biodiesel,” jelasnya.

        Kegiatan ini turut menghadirkan perwakilan dari Kementerian Pertanian, LEMIGAS, APKASINDO, dan GAIKINDO, serta dihadiri oleh 85 peserta dari unsur pemerintah, asosiasi, industri, dan organisasi non-pemerintah. (*)

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
        Editor: Yaspen Martinus

        Bagikan Artikel: