Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        BRI Cetak Laba Rp57,13 Triliun Sepanjang 2025, Kredit Tumbuh Dua Digit

        BRI Cetak Laba Rp57,13 Triliun Sepanjang 2025, Kredit Tumbuh Dua Digit Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) membukukan laba bersih sebesar Rp57,13 triliun sepanjang 2025. Capaian tersebut turun 5,25% secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan laba 2024 yang mencapai Rp60,30 triliun.

        “Hingga akhir triwulan IV 2025, BRI berhasil mencatat laba bersih sebesar Rp57,13 triliun,” kata Direktur Utama BRI Hery Gunardi dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Kamis (26/2/2026).

        Dari sisi neraca, total aset BRI tumbuh 7,1% secara tahunan menjadi Rp2.135 triliun pada akhir 2025.

        Baca Juga: Dirut BRI Hery Gunardi Ungkap Tantangan Kredit Bukan dari Sisi Likuiditas

        Pendapatan bunga tercatat sebesar Rp207,78 triliun, naik 4,27% dibandingkan Rp199,27 triliun pada tahun sebelumnya. Sementara itu, beban bunga meningkat 1,20% menjadi Rp57,28 triliun dari Rp56,61 triliun.

        Kenaikan pendapatan bunga tersebut mendorong pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) menjadi Rp150,50 triliun atau tumbuh 5,52% dari Rp142,65 triliun pada 2024. Jika digabungkan dengan pendapatan jasa asuransi, total pendapatan bunga bersih tercatat Rp151,80 triliun, naik 5,54% dibandingkan Rp143,82 triliun.

        Dari sisi intermediasi, kredit konsolidasi BRI meningkat 12,31% secara tahunan menjadi Rp1.521,49 triliun sepanjang 2025.

        Namun demikian, rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) gross naik menjadi 3,29% dari 2,94%. Sementara itu, NPL net meningkat menjadi 0,96% dari 0,75%.

        Baca Juga: Ambil 49% Porsi Nasional, BRI Dominasi Penyaluran Kredit Program Perumahan Nasional

        Penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) BRI tercatat sebesar Rp1.466,84 triliun sepanjang 2025. Secara rinci, dana giro mencapai Rp448,20 triliun atau tumbuh 19,66% dari Rp374,55 triliun. Tabungan meningkat 7,93% menjadi Rp587,58 triliun dari Rp544,42 triliun.

        Adapun deposito tercatat sebesar Rp431,05 triliun dibandingkan Rp446,46 triliun pada tahun sebelumnya. Dengan demikian, komposisi dana murah (current account saving account/CASA) berada di level 70,61%.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Cita Auliana
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: