Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Bulog Sumut Jaga Harga Beras SPHP Rp13.100/Kg, Stok Diklaim Aman Sampai Lebaran 2026

        Bulog Sumut Jaga Harga Beras SPHP Rp13.100/Kg, Stok Diklaim Aman Sampai Lebaran 2026 Kredit Foto: Antara/Asep Fathulrahman
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Harga beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Sumatera Utara dipastikan tidak berubah di angka Rp13.100 per kilogram. Ketersediaan stok juga disebut cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga Lebaran 2026.

        Kepastian itu disampaikan dalam kegiatan peninjauan distribusi pangan di Medan. Pemerintah ingin memastikan penugasan stabilisasi harga berjalan sesuai rencana di daerah.

        Anggota Dewan Pengawas Perum Bulog, Verdianto Bitticaca, menyatakan pengawasan dilakukan langsung untuk memastikan pasokan terjaga.

        "Kami ingin memastikan tugas yang diberikan oleh pemerintah kepada Bulog dalam penyediaan beras SPHP dan minyak goreng juga dilakukan di Sumut," ujar Anggota Dewan Pengawas Perum Bulog Irjen Pol (Purn) Verdianto Bitticaca dikutip dari ANTARA, Jumat (27/2/2026).

        Di pasar konsumen, harga SPHP tercatat Rp13.100 per kilogram atau Rp65.500 untuk kemasan lima kilogram. Angka tersebut berada dalam batas harga eceran yang telah ditetapkan.

        Selain beras, minyak goreng MinyaKita juga masuk dalam pemantauan stabilisasi. Produk tersebut dijual maksimal Rp15.700 per liter di tingkat konsumen.

        Cadangan beras yang tersimpan di gudang Bulog wilayah Sumatera Utara saat ini mencapai 52.000 ton. Jumlah itu dinilai memadai untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan menjelang hari besar keagamaan.

        Untuk komoditas minyak goreng, stok tercatat sekitar 1,7 juta liter. Persediaan ini disiapkan guna menjaga kelancaran distribusi di seluruh wilayah provinsi.

        Bulog menyatakan ketersediaan beras masih bisa bertambah melalui penyerapan gabah dan beras dari petani lokal. Proses pengadaan dilakukan secara berkelanjutan guna memperkuat Cadangan Beras Pemerintah.

        Jika diperlukan, distribusi tambahan dapat dipasok dari wilayah lain untuk menjaga keseimbangan stok. Skema tersebut disiapkan sebagai langkah antisipatif terhadap potensi gangguan pasokan.

        "Begitu juga minyak goreng yang setiap hari akan dilakukan penyediaan langsung dari pabrik untuk memenuhi permintaan pasar," ucapnya.

        Penguatan cadangan juga dilakukan dengan menjaga kemitraan bersama petani. Bulog terus menyerap hasil panen guna memberikan kepastian pasar bagi produsen.

        "Semangat petani untuk memproduksi padi juga harus terus digalakkan, sehingga setiap petani merasa terlindungi karena hasil produksinya dijamin dengan harga yg layak" ucapnya.

        Baca Juga: Bulog Pastikan Stok Beras dan MinyaKita Aman Hingga Lebaran 2026

        Pada 2025, penyerapan beras dalam negeri oleh Bulog mencapai tiga juta ton sebagai bagian dari upaya swasembada. Untuk 2026, target tersebut ditingkatkan menjadi empat juta ton guna memperkokoh ketahanan pangan nasional.

        Bulog menegaskan kesiapan menjaga pasokan agar masyarakat tetap memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau hingga Lebaran 2026.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Wahyu Pratama
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Bagikan Artikel: