Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
Pemerintah India menyatakan komitmen awal berinvestasi di sektor industri logam Indonesia.
Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung, dengan Sekretaris Jenderal Kementerian Baja India Sandeep Poundrik.
Yuliot mengatakan, pembahasan kerja sama akan ditindaklanjuti di tingkat menteri, guna mematangkan kerangka kesepakatan kedua negara.
“Untuk kerangka kerja sama, pada prinsipnya kami menyetujui akan dilakukan pembahasan lebih lanjut."
"Pematangannya di tingkat menteri,” ujar Yuliot saat ditemui di kantornya, Jumat (27/2/2026).
Menurut dia, Pemerintah India akan mendorong perusahaan-perusahaan asal negaranya untuk menanamkan modal di Indonesia, khususnya di sektor industri logam dan baja.
Selain investasi, kedua negara juga membahas peluang keterlibatan perusahaan India dalam program hilirisasi mineral di Indonesia, termasuk pengembangan mineral kritis dan fasilitas pendukung produksi baja.
Yuliot menambahkan, salah satu poin kerja sama mencakup pengembangan barang modal melalui riset dan inovasi yang lebih efisien dalam pemanfaatan energi.
Sebagai tindak lanjut, Pemerintah India akan mengirimkan draf nota kesepahaman (MoU).
Kementerian ESDM selanjutnya akan berkonsultasi dengan Kementerian Luar Negeri, sebelum MoU tersebut ditandatangani oleh Menteri ESDM RI dan Menteri Baja India.
Baca Juga: Kepala BIM Ungkap Dunia Pelit Bagi Ilmu Olah Logam Tanah Jarang ke RI
Pertemuan kedua pihak berlangsung pada Selasa (24/2/2026).
“Sinergi ini menjadi langkah penting dalam memperkuat ketahanan energi nasional, sekaligus membuka peluang investasi berkelanjutan,” ucap Yuliot. (*)
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus
Tag Terkait: