Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        KAMMI Jakarta Tolak Rencana PT Agrinas Impor 105 Ribu Mobil dari India

        KAMMI Jakarta Tolak Rencana PT Agrinas Impor 105 Ribu Mobil dari India Kredit Foto: KAMMI
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pergerakan Kader Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Jakarta menyatakan penolakan terhadap rencana PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) melakukan impor 105 ribu unit mobil pickup dari India untuk operasional Kopdes Merah Putih.

        Langkah tersebut dinilai berpotensi melemahkan industri otomotif nasional dan tidak sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat basis manufaktur dalam negeri.

        "Menanggapi beredarnya kabar mengenai rencana PT Agrinas Pangan Nusantara untuk melakukan impor kendaraan bermotor dari India, kami dari Pergerakan Kader KAMMI Jakarta secara resmi menyatakan penolakan keras terhadap langkah tersebut," kata Korlap Aksi, Mambang Kusuma, dalam keterangannya, Jumat (27/2). 

        Menurutnya, keputusan untuk melakukan impor kendaraan di tengah upaya pemerintah memperkuat basis manufaktur otomotif nasional merupakan langkah mundur yang berisiko melemahkan ekonomi domestik. Ia menyebut terdapat sejumlah alasan fundamental yang mendasari sikap tersebut.

        Pertama, impor kendaraan utuh (CBU) dari India dinilai akan menciptakan persaingan tidak sehat bagi produsen otomotif yang telah berinvestasi besar di Indonesia.

        Kedua, sebagai entitas yang memiliki mandat utama di sektor ketahanan pangan, langkah PT Agrinas masuk ke lini bisnis impor otomotif dianggap tidak relevan dan berpotensi mengaburkan fokus strategis perusahaan.

        Baca Juga: Agrinas Pangan Impor 105.000 Unit Truk Pick-up dari India, Menperin: Dampaknya Tidak ke Dalam Negeri

        Ketiga, ketergantungan pada produk otomotif impor dinilai dapat memperlebar defisit perdagangan serta menekan nilai tukar rupiah. Keempat, muncul kekhawatiran mengenai kesesuaian spesifikasi kendaraan asal India dengan standar emisi dan keamanan di Indonesia, serta ketersediaan jaringan purna jual (spare parts) bagi konsumen.

        Oleh karena itu, KAMMI Jakarta mendesak otoritas terkait untuk meninjau ulang izin impor tersebut. Mereka mendorong agar operasional korporasi memprioritaskan kendaraan produksi dalam negeri dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang tinggi.

        Selain itu, KAMMI Jakarta meminta transparansi dari PT Agrinas terkait urgensi pemilihan India sebagai mitra pengadaan dibandingkan opsi lokal, serta mendorong evaluasi regulasi impor guna melindungi lapangan kerja di sektor otomotif nasional yang menyerap jutaan tenaga kerja.

        "Indonesia memiliki kapasitas produksi otomotif yang mumpuni. Membuka keran impor tanpa urgensi yang jelas hanya akan mematikan inovasi dan investasi yang telah kita bangun susah payah di tanah air," ujar Mambang. 

        Baca Juga: Agrinas Borong 105.000 Unit Truk dari Tata Motors untuk Koperasi Merah Putih, Dikritik Kok Impor?

        Maka dari itu, KAMMI Jakarta menyatakan rencana impor 105 ribu unit mobil dari India harus segera dihentikan karena dinilai akan membunuh produsen otomotif dalam negeri dan tidak melindungi kepentingan nasional.

        Lebih lanjut, mereka mendesak Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo de Sousa Mota, untuk segera membatalkan rencana impor tersebut.

        Selain itu, KAMMI mengingatkan agar kebijakan impor harus sesuai dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan, Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian, serta Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2017 tentang Pengembangan Perindustrian.

        "Jika tidak segera dibatalkan rencana importasi 105 ribu unit mobil dari india sekarang juga, maka Dirut PT. Agrinas Pangan Nusantara layak untuk dicopot," tutup Mambang. 

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: