Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Beroperasi di Indonesia, Fynd Dorong Transformasi Ritel Berbasis AI di Pasar Digital Nasional

        Beroperasi di Indonesia, Fynd Dorong Transformasi Ritel Berbasis AI di Pasar Digital Nasional Kredit Foto: Zalora
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Fynd, perusahaan teknologi ritel berbasis kecerdasan buatan (AI) asal India, mengoperasikan layanannya di Indonesia.

        Ekspansi ini menjadi bagian dari strategi perusahaan memperluas jejak di Asia Tenggara, sekaligus memanfaatkan potensi ekonomi digital nasional yang diproyeksikan mencapai USD 130 miliar.

        Masuknya Fynd yang didukung oleh Reliance Retail Ventures Limited bukan sekadar menawarkan fitur tambahan untuk e-commerce, melainkan membangun fondasi infrastruktur ritel berbasis kecerdasan buatan (AI) yang terintegrasi.

        Perusahaan ini ingin mendorong transformasi menyeluruh pada sektor fashion dan ritel, mulai dari proses desain, produksi, distribusi, hingga penjualan omnichannel.

        Integrasi Toko Fisik, Online, hingga Rantai Pasok dalam Satu Ekosistem

        Di Indonesia, Fynd menghadirkan rangkaian solusi berbasis AI-native yang dirancang untuk menyederhanakan operasional pelaku ritel dan merek fashion.

        Platform ini memungkinkan integrasi toko fisik dan daring dalam satu sistem terpadu.

        Melalui StoreOS, pelaku ritel dapat memanfaatkan teknologi point-of-sale (POS), fitur Endless Aisle, serta clienteling untuk meningkatkan pengalaman pelanggan di toko.

        Sementara, Storefront mendukung pengelolaan e-commerce yang dapat dikembangkan sesuai kebutuhan merek.

        Untuk memperkuat strategi omnichannel, Fynd Konnect menyediakan integrasi plug-and-play dengan berbagai marketplace populer seperti Shopee, Lazada, dan TikTok.

        Dengan sistem ini, penjual dapat mengontrol seluruh kanal distribusi dari satu dasbor terpusat.

        Tak hanya itu, sistem Warehouse Management (WMS) dan Transport Management (TMS) membantu optimalisasi pengelolaan stok dan distribusi barang secara lebih efisien.

        Dengan pendekatan ini, proses dari gudang hingga pengiriman tahap akhir dapat dipantau dalam satu kerangka kerja digital.

        Percepat Desain dan Produksi Fashion dengan AI

        Fynd juga memperkenalkan Fynd Create, layanan berbasis AI yang mencakup Design-as-a-Service dan Garment-as-a-Service.

        Solusi ini dirancang untuk mempercepat siklus pengembangan produk fashion, dengan meminimalkan kebutuhan sampling fisik dan pemotretan tradisional.

        Melalui dukungan teknologi AI, proses desain hingga peluncuran produk ke pasar dapat dilakukan lebih cepat dan presisi berbasis data.

        Model ini dinilai mampu meningkatkan efisiensi biaya sekaligus mempercepat respons merek terhadap tren pasar.

        Gandeng APGAI Perkuat Transformasi Industri Garmen

        Untuk mempercepat adopsi teknologi, Fynd menjalin kolaborasi dengan Asosiasi Pengusaha Garmen dan Aksesoris Indonesia (APGAI).

        Asosiasi yang telah berdiri sejak awal 1990-an ini mewakili pelaku industri garmen dan aksesori nasional, termasuk kelompok ritel besar seperti Delami Group dan Sorella Group.

        Kemitraan tersebut difokuskan pada modernisasi alur kerja desain dan produksi, serta penguatan infrastruktur omnichannel bagi para anggota APGAI.

        Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing industri fesyen lokal di tengah kompetisi global yang semakin ketat.

        Chief Business Officer Global Fynd Ronak Modi menegaskan, pasar Indonesia membutuhkan pembaruan sistem yang lebih fundamental.

        "Indonesia tidak membutuhkan fitur e-commerce yang bersifat inkremental, melainkan infrastruktur ritel yang modern,” ucap Ronak.

        Ronak menegaskan, kehadiran Fynd di Indonesia bertujuan untuk mengoptimalkan seluruh rantai nilai berbasis AI, mulai dari desain dan produksi hingga perdagangan terpadu dan pemenuhan pesanan yang canggih.

        Ia menambahkan, kolaborasi dengan APGAI dan peluncuran platform AI-native di Indonesia menjadi bagian dari komitmen perusahaan membantu merek lokal tumbuh lebih cepat dan beroperasi lebih efisien.

        Perusahaan yang didukung oleh Reliance Retail Ventures Limited ini sebelumnya telah melayani lebih dari 20.000 toko dan 300 peritel korporat, melalui platform modular yang menghubungkan operasional toko fisik, online, dan rantai pasokan.

        Saat ini, Fynd sedang memperluas jangkauan ke Asia Tenggara, Afrika, dan GCC.

        Baca Juga: KAMMI Jakarta Tolak Rencana PT Agrinas Impor 105 Ribu Mobil dari India

        Dengan potensi ekonomi digital yang terus berkembang, Indonesia dipandang sebagai salah satu pasar paling menjanjikan di dunia.

        Melalui pendekatan berbasis AI dan integrasi menyeluruh, Fynd menargetkan percepatan transformasi ritel nasional menuju model bisnis yang lebih adaptif, efisien, dan kompetitif secara global. (*)

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
        Editor: Yaspen Martinus

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: