Kredit Foto: PUPR
Mantan tim manajemen buku Gibran End Game, Luke Susilo, menyoroti kejanggalan dalam narasi hidup Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) saat berbincang dengan pakar hukum tata negara Refly Harun.
Dalam video animasi resmi “Cerita Hidup Jokowi” yang diunggah akun YouTube Jokowi pada 12 April 2019, Jokowi menyebutkan bahwa beberapa bulan setelah lulus kuliah (1985), ia menikah lalu memboyong Iriana ke Aceh dan menetap di hutan rimba selama 2,5 tahun. Pada tahun kedua di Aceh, Iriana hamil, lalu mereka pulang ke Solo hingga kemudian Gibran Rakabuming Raka lahir pada 1987.
Menurut Luke, linimasa tersebut tidak masuk akal secara matematis. Jika Jokowi menikah Desember 1986 dan tinggal di Aceh selama 2,5 tahun, maka seharusnya mereka baru kembali ke Solo sekitar pertengahan 1989. Namun, Gibran tercatat lahir Oktober 1987, saat secara teori mereka masih berada di pedalaman Aceh.
Salah satu teori yang muncul dari tidak masuk akalnya data tersebut adalah bisa jadi Gibran bukan anak Jokowi.
Baca Juga: Jokowi Takut Masuk Penjara Gegara Kebijakannya Saat Masih Jadi Presiden Indonesia, Ini Kata PDIP
Jika data ijazah (1985) dan pernikahan (1986) benar, serta cerita 2,5 tahun di Aceh juga benar, jika demikian, anak yang lahir tahun 1987 dipertanyakan siapakah dia, atau Gibran sebenarnya lahir pada tahun 1989.
"Sehingga yang jadi pertanyaan kalau kalau ijazahnya benar, pernikahannya benar, 2 setengah tahunnya benar, maka pertanyaannya adalah yang lahir 1 Oktober 1987 tuh siapa? Bisa jadi betul Gibran anaknya Pak Jokowi tapi tanggal lahirnya adalah 1989, atau Gibran yang tanggal lahirnya 1 Oktober 1987 itu adalah bukan anak Joko Widodo seperti itu," ungkap Luke, dikutip dari YouTube Refly Harun, Selasa (2/6).
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: