Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Pecah Perang AS-Israel vs Iran, Pramono Khawatirnya Dampaknya ini...

        Pecah Perang AS-Israel vs Iran, Pramono Khawatirnya Dampaknya ini... Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyoroti potensi dampak eskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS)–Israel dan Iran terhadap stabilitas harga pangan serta barang kebutuhan pokok di Ibu Kota.

        Pramono mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah menyiapkan langkah mitigasi dengan mengoptimalkan peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), khususnya yang bergerak di sektor pangan.

        Ia pun berharap konflik bersenjata tersebut tidak berlangsung lama karena berpotensi mengganggu rantai pasok global.

        Menurutnya, salah satu titik krusial yang perlu diwaspadai adalah jalur distribusi internasional di Selat Hormuz. Gangguan di wilayah tersebut dinilai bisa memicu efek domino terhadap kenaikan biaya logistik dunia.

        "Karena pertama supply chain-nya ini kan melalui Selat Hormuz yang di situ hampir 30 persen lebih minyak dunia itu selalu melewati selat ini, termasuk juga barang-barang yang lain," kata Pramono.

        Ia menjelaskan, Jakarta telah memiliki infrastruktur pendukung serta BUMD pangan yang siap menjaga ketersediaan stok.

        Pramono mengaku telah meminta jajaran BUMD terkait untuk selalu bersiap dan menerapkan pola pikir sadar krisis guna mengantisipasi kemungkinan gangguan pasokan.

        Langkah tersebut diambil agar Jakarta memiliki ketahanan stok yang memadai apabila sewaktu-waktu terjadi kelangkaan komoditas tertentu.

        "Sehingga dengan demikian kalau ada kekurangan misalnya produk-produk tertentu, maka kita harus mempersiapkan untuk itu," katanya.

        Sebagai contoh, Pramono menyebut pengadaan sekitar 2.000 ekor sapi yang dilakukan untuk menjaga stabilitas harga daging menjelang Ramadan dan Idulfitri. Melalui langkah tersebut, harga daging di pasar-pasar Jakarta disebut tetap terkendali.

        Pemprov DKI, lanjutnya, akan terus memantau perkembangan situasi global dan memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap aman di tengah ketidakpastian geopolitik.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Ferry Hidayat

        Bagikan Artikel: