- Home
- /
- New Economy
- /
- Energi
SPBU 24 Jam dan 200 Motorist Disiagakan, Pertamina Antisipasi Lonjakan 12% Konsumsi BBM Saat Mudik
Kredit Foto: Pertamina
PT Pertamina (Persero) melalui Subholding Downstream PT Pertamina Patra Niaga, menyiagakan 2.074 SPBU beroperasi 24 jam di jalur strategis, guna mengantisipasi lonjakan konsumsi BBM selama Mudik Lebaran 2026.
Konsumsi gasoline diproyeksikan meningkat sekitar 12% dibandingkan hari normal.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth Marchelino Verieza mengatakan, layanan energi difokuskan di jalur tol, jalur wisata, serta lintas utama yang diprediksi mengalami kepadatan tinggi.
"Kita menyediakan layanan energi di jalur potensial, di jalur tol, jalur wisata, dan jalur lintas utama berupa SPBU yang akan beroperasi 24 jam."
"Terdapat sekitar 2.074 SPBU," ungkap Roberth dalam sesi buka puasa bersama media di Grha Pertamina, Selasa (3/3/2026).
Lonjakan konsumsi terutama diperkirakan terjadi pada produk gasoline, baik Pertalite maupun Pertamax Series, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat pada periode cuti bersama dan libur panjang Idulfitri 2026.
Sebaliknya, konsumsi gasoil justru diproyeksikan turun sekitar 14,5%.
Penurunan ini sejalan dengan pembatasan operasional kendaraan logistik selama masa angkutan Lebaran.
"Produk gasoil ini justru mengalami reduksi sekitar 14,5%, karena memang menjelang libur Idulfitri nantinya itu dilakukan pembatasan untuk kendaraan-kendaraan logistik atau kendaraan besar yang biasanya membawa barang gitu ya, kontainer dan lain sebagainya itu tidak beroperasi," ungkap Roberth.
Dua Gelombang Puncak Mudik
Pertamina Patra Niaga memproyeksikan puncak arus mudik pertama terjadi pada 14–15 Maret 2026.
Gelombang kedua diperkirakan berlangsung pada 18–19 Maret 2026.
PT Pertamina Patra Niaga, lanjut Roberth, memperkirakan puncak arus mudik pertama tahun ini bakal terjadi pada 14-15 Maret 2026.
"Bisa dikatakan masyarakat akan memanfaatkan hari-hari pertama pada saat adanya kesempatan."
"Baik itu secara cuti bersama ataupun libur lebih dahulu untuk kembali ke kampung halaman," tuturnya.
Untuk arus balik, puncak pertama diprediksi pada 24–25 Maret 2026, sedangkan gelombang kedua pada 28–29 Maret 2026.
Proyeksi tersebut disusun dengan mempertimbangkan pola cuti bersama serta kecenderungan masyarakat memanfaatkan libur panjang untuk perjalanan wisata, sebelum atau sesudah pulang kampung.
"Cukup banyak spare cuti bersama dan libur, pasti juga ada masyarakat yang ingin langsung menghabiskan seluruh waktunya."
"Atau mungkin juga ada bagian-bagian kemudian melakukan perjalanan tidak langsung ke kampung halaman, tapi juga mengisi bersama keluarga ke tempat wisata misalnya," ulasnya.
Tambahan Modular dan Motorist
Selain SPBU 24 jam, Pertamina Patra Niaga juga menyiapkan 96 unit modular BBM berupa mobil tangki yang telah terisi penuh, dan ditempatkan di titik-titik strategis.
Modular ini berfungsi sebagai buffer stok sekaligus alternatif layanan di jalur dengan keterbatasan SPBU.
"Modular ini juga kemudian dijadikan menjadi alternatif SPBU untuk jalur-jalur yang memang kemudian jumlah SPBU-nya tidak terlalu banyak, ataupun kapasitas SPBU-nya tidak terlalu besar," terangnya.
Untuk kondisi darurat, sebanyak 200 unit motorist turut disiagakan, untuk mengantarkan BBM kepada pemudik yang kehabisan bahan bakar di tengah kemacetan, terutama di ruas tol.
Baca Juga: Konflik Iran–AS Tahan Dua Tanker Pertamina, Pemerintah Tempuh Diplomasi
"Motorist ini sudah biasa kita lakukan, sekitar 200 unit mereka beroperasi seandainya kemudian terjadi kemacetan ataupun kepadatan, terutama di jalur-jalur, ruas jalan tol."
"Tapi dengan infrastruktur yang saat ini sudah sangat baik, saya pikir ini juga akan menjadi standby atapun contingency plan apabila terjadi kemacetan," papar Roberth Marchelino Verieza. (*)
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus
Tag Terkait: