Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Kapal Pengangkut Minyak Kini Gunakan PLTS, Pertamina Pangkas Emisi 79 Ton Karbon per Tahun

Kapal Pengangkut Minyak Kini Gunakan PLTS, Pertamina Pangkas Emisi 79 Ton Karbon per Tahun Kredit Foto: Pertamina
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Pertamina (Persero) memperluas pemanfaatan energi terbarukan ke sektor maritim melalui pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) pada Kapal Oil Barge (OB) Patra 2303 milik PT Pertamina Trans Kontinental (PTK). Implementasi tersebut diproyeksikan mampu menurunkan emisi karbon hingga 79,2 ton CO₂ per tahun sekaligus mengurangi konsumsi bahan bakar diesel.

Pemasangan dan pengoperasian sistem PLTS dilakukan di galangan kapal Pangkal Pinang, Bangka Belitung, pada Kamis (11/6/2026). Langkah ini menjadi bagian dari strategi Pertamina memperluas penggunaan energi bersih di seluruh rantai bisnis perusahaan, termasuk armada pendukung distribusi energi.

Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina Agung Wicaksono mengatakan pemanfaatan energi surya pada kapal menunjukkan bahwa upaya pengurangan ketergantungan terhadap bahan bakar fosil dapat diterapkan tidak hanya di sektor darat, tetapi juga sektor maritim.

“Pemanfaatan energi surya yang dipadukan dengan baterai menunjukkan bahwa dedieselisasi tidak hanya dapat dilakukan di darat, tetapi juga di laut. Ini menjadi bukti bahwa Pertamina siap mendukung percepatan transisi energi,” ujar Agung.

Menurutnya, proyek tersebut merupakan bagian dari langkah Pertamina menuju target Net Zero Emission (NZE) 2060 atau lebih cepat melalui berbagai program dekarbonisasi di seluruh lini bisnis perusahaan.

Agung menambahkan, implementasi PLTS pada kapal juga menjadi hasil sinergi sejumlah entitas di lingkungan Pertamina, yakni PT Pertamina New & Renewable Energy (PNRE), PT Pertamina Trans Kontinental (PTK), dan PT Pertamina International Shipping (PIS).

Sementara itu, Direktur Utama PNRE John Anis menjelaskan sistem yang digunakan berupa PLTS off-grid berkapasitas 11,5 kilowatt peak (kWp) yang terintegrasi dengan Battery Energy Storage System (BESS) berkapasitas 32 kilowatt hour (kWh).

Energi yang dihasilkan panel surya dimanfaatkan untuk menyuplai kebutuhan daya auxiliary engine kapal sehingga sebagian penggunaan diesel dapat digantikan oleh energi terbarukan.

“PLTS pada kapal OB Patra 2303 mampu mensubstitusi kebutuhan energi hingga enam jam operasional kapal. Dengan implementasi ini, konsumsi bahan bakar dapat ditekan secara signifikan,” kata John.

Berdasarkan perhitungan perusahaan, sistem tersebut berpotensi menghemat konsumsi bahan bakar diesel hingga 28,08 kiloliter per tahun.

Direktur Perencanaan Bisnis PIS Eka Suhendra mengatakan proyek tersebut menjadi salah satu langkah dekarbonisasi sektor maritim yang dijalankan Pertamina.

Baca Juga: Banderol Baru Pertamax Rp16.250 per Liter, Pertamina Sebut Harga Asli Sentuh Rp20 Ribuan

Baca Juga: Huru-Hara Pertamax Naik! Bos Pertamina Ikut Bersuara, Kenapa BBM Tiba-Tiba Melonjak?

Baca Juga: Perkuat Ketahanan Energi, Wadirut Pertamina Tekankan Urgensi Kolaborasi Lintas Bisnis

Menurutnya, pemanfaatan energi surya membuka peluang bagi operasional pelayaran yang lebih rendah emisi sekaligus mendukung agenda transisi energi nasional.

“Keberhasilan proyek ini memperlihatkan bahwa transisi energi dapat berjalan melalui kolaborasi, inovasi, dan keberanian menghadirkan teknologi baru,” ujar Eka.

Implementasi PLTS pada OB Patra 2303 menjadi salah satu inisiatif Pertamina untuk mengurangi emisi karbon pada sektor transportasi laut yang selama ini masih bergantung pada bahan bakar berbasis fosil.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Annisa Nurfitri