Kredit Foto: Dok. BPMI
Menteri Agama Nasruddin Umar melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto terkait persiapan perayaan Idul Fitri tahun ini, termasuk potensi penyesuaian di Bali karena malam takbiran berdekatan dengan perayaan Hari Nyepi.
Hal tersebut disampaikan Nasruddin Umar usai pertemuan di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (4/3/2026). Ia menjelaskan bahwa pemerintah telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan tokoh masyarakat di Bali untuk memastikan kedua momentum keagamaan dapat berjalan harmonis.
Menurutnya, hasil koordinasi menunjukkan bahwa pelaksanaan takbir tidak bertentangan dengan perayaan Nyepi selama dilakukan dengan penyesuaian tertentu.
“Alhamdulillah kami melapor kepada Bapak Presiden sudah ada kesepakatan dengan pemerintah setempat dan tokoh-tokoh di Bali bahwa takbir itu tidak bertentangan dengan Nyepi,” ujar Nasruddin.
Namun demikian, pelaksanaan takbiran di Bali nantinya tidak menggunakan pengeras suara atau sound system. Hal ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap pelaksanaan Nyepi yang identik dengan suasana hening.
“Takbir tetap berjalan, tetapi tidak pakai sound system,” jelasnya.
Selain itu, pemerintah juga memastikan seluruh ketentuan Nyepi tetap dijalankan sesuai tradisi yang berlaku di Bali. Dengan pengaturan tersebut, diharapkan umat Hindu dapat menjalankan Nyepi dengan khidmat, sementara umat Muslim tetap dapat menyambut Idul Fitri.
Nasruddin menambahkan bahwa perbedaan waktu penetapan Idul Fitri juga merupakan hal yang lazim terjadi di Indonesia. Pemerintah nantinya akan menetapkan tanggal resmi Idul Fitri melalui sidang isbat yang digelar menjelang akhir Ramadan.
“Nanti kita akan lihat sidang isbat penentuannya kapan Idul Fitri akan datang,” pungkasnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Istihanah
Editor: Istihanah
Tag Terkait: