Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Ramadan Jadi Ladang Cuan, Brand Lokal Catat Lonjakan Penjualan 7 Kali Lipat

        Ramadan Jadi Ladang Cuan,  Brand Lokal Catat Lonjakan Penjualan 7 Kali Lipat Kredit Foto: Redaksi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Brand fesyen muslim lokal Gwenza mencatat lonjakan penjualan hingga tujuh kali lipat selama kampanye “Ramadan Ekstra Seru 2026” yang digelar melalui sinergi ekosistem TikTok, Tokopedia, dan TikTok Shop. Peningkatan tersebut terjadi setelah brand memanfaatkan strategi pemasaran berbasis live streaming, kolaborasi kreator, serta promosi intensif selama periode Ramadan.

        Founder Gwenza Deby Lianti mengatakan lonjakan penjualan terjadi setelah perusahaan meluncurkan koleksi terbaru melalui sesi live streaming selama 13 jam secara konsisten dalam kampanye Ramadan tersebut.

        “Kami meluncurkan koleksi terbaru pada Ramadan Ekstra Seru 2026 lewat live streaming 13 jam secara konsisten, dengan konten menarik bersama artis dan affiliate,” ujar Deby Lianti di Jakarta, Rabu (4/3/2026).

        Deby menjelaskan strategi tersebut memanfaatkan momentum peak season Ramadan, ketika permintaan terhadap produk fesyen muslim maupun makanan dan minuman meningkat signifikan di platform digital.

        Kisah Gwenza yang tercatat dalam Perpustakaan Studi Kasus Tokopedia dan TikTok Shop menunjukkan bahwa brand lokal yang mampu mengakselerasi penjualan pada periode puncak umumnya menggabungkan strategi tiga pilar utama, yaitu produk, konten, dan alat pemasaran digital.

        Dalam strategi tersebut, peran affiliate content creator dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan jangkauan promosi dan mendorong konversi penjualan di platform perdagangan berbasis konten.

        Artis sekaligus affiliate Jordi Onsu mengatakan efektivitas promosi di platform digital bergantung pada relevansi produk dan konsistensi konten yang ditampilkan kepada audiens.

        “Saat Ramadan, saya pilih produk yang relate di TikTok Shop by Tokopedia, lalu dikemas dengan konten interaktif, dan konsisten live di TikTok supaya audiens terus engage,” ujar Jordi Onsu.

        Communications Senior Lead Tokopedia & TikTok Shop IndonesiaAntonia Adega, mengatakan integrasi ekosistem TikTok, Tokopedia, dan TikTok Shop bertujuan menghubungkan kreator, penjual, dan konsumen dalam satu ekosistem digital yang terintegrasi selama Ramadan.

        “TikTok, Tokopedia dan TikTok Shop menghubungkan kreator, komunitas, penjual dan pembeli demi memberikan pengalaman yang utuh dan bermanfaat sepanjang Ramadan,” ujarnya.

        Baca Juga: Rp6.569 Triliun Justru Dinikmati Korporasi, Begini Nasib Realisasi Kredit UMKM

        Baca Juga: Mendag Lepas Ekspor Pisang Rp270 Juta, 1.200 UMKM Tembus Pasar Global Lewat Business Matching

        Baca Juga: UMKM Majalengka Didorong Naik Kelas Lewat Program Desa Emas 2026

        Selain kampanye penjualan, platform tersebut juga menghadirkan berbagai konten tematik Ramadan di TikTok, mulai dari inspirasi menu sahur, tips menjaga kebugaran selama puasa, hingga rekomendasi hiburan yang tersedia melalui laman khusus #RamadanDiTikTok.

        Sebagai bagian dari upaya mendukung pelaku usaha lokal, TikTok juga akan menggelar festival KOLAK Ramadan (Koleksi Laris di TikTok selama Ramadan) pada 13–15 Maret 2026 di Gandaria City, Jakarta, yang ditujukan untuk mempromosikan produk UMKM selama periode Ramadan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dwi Aditya Putra
        Editor: Annisa Nurfitri

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: