Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Hadir di RICMA Camp 2026, Sandiaga Uno Jabarkan Tiga Modal Utama Menjadi Pemimpin Masa Depan

        Hadir di RICMA Camp 2026, Sandiaga Uno Jabarkan Tiga Modal Utama Menjadi Pemimpin Masa Depan Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Remaja Islam Masjid Cut Meutia (RICMA) merupakan organisasi yang berfokus pada pembinaan karakter, kepemimpinan, dan pengembangan kapasitas generasi muda Muslim melalui program kaderisasi, kajian, pelatihan, serta berbagai kegiatan sosial-keagamaan. Salah satu program unggulannya adalah RICMA Camp, agenda tahunan yang dirancang untuk membentuk pemimpin muda yang berakhlak, kompeten, dan berdaya saing.

        Pada RICMA Camp 2026, Sandiaga Uno hadir sebagai pembicara dalam sesi inspiring talk. Di hadapan ratusan peserta, ia menekankan pentingnya kepemimpinan berintegritas, kecerdasan adaptif, serta pemanfaatan teknologi di era digital. Menurutnya, generasi muda perlu mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter kuat dan amanah.

        Dalam pemaparannya, Sandiaga menegaskan bahwa kesuksesan tidak dapat dilepaskan dari kecerdasan. Namun, kecerdasan yang dimaksud bukan semata capaian akademik, melainkan kemampuan membaca situasi, beradaptasi terhadap perubahan, dan menghadirkan solusi yang relevan serta berdampak.

        Ia mendorong peserta untuk memanfaatkan perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), sebagai sarana memperluas peluang dan mempercepat inovasi. Ia juga mencontohkan penggunaan teknologi seperti hologram dan AI dalam penyelenggaraan acara berskala besar untuk menciptakan pengalaman yang lebih efektif dan inspiratif.

        Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kualitas kepemimpinan tercermin dari cara seseorang merespons tantangan. Seorang pemimpin, ujarnya, tidak larut dalam keluhan, melainkan hadir dengan ketenangan, keberanian, dan kreativitas dalam mencari solusi. Sikap solutif tersebut menjadi pembeda antara pemimpin biasa dan pemimpin yang mampu memberi dampak nyata.

        Aspek integritas juga menjadi sorotan utama. Sandiaga menyampaikan bahwa dalam kepemimpinan maupun kewirausahaan, modal terpenting adalah kepercayaan (trust). Tanpa integritas, reputasi mudah runtuh dan kepercayaan publik dapat hilang. Reputasi, menurutnya, dibangun melalui konsistensi, transparansi, dan akuntabilitas sebagai fondasi organisasi dan bisnis yang berkelanjutan.

        Ketua Pelaksana RICMA Camp 2026, Revanza, menyatakan bahwa kehadiran Sandiaga menjadi momentum penting bagi peserta untuk memperoleh perspektif kepemimpinan yang relevan dengan tantangan masa kini.

        “RICMA Camp bukan sekadar kegiatan pesantren kilat, tetapi ruang pembentukan karakter dan kepemimpinan. Kami ingin peserta tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga siap menghadapi dunia nyata dengan integritas, kecerdasan, dan kemampuan beradaptasi. Kehadiran Pak Sandiaga menjadi contoh bahwa pemimpin harus visioner sekaligus amanah,” ujar Revanza.

        Menutup sesi, Sandiaga mengajak peserta meneladani kepemimpinan Rasulullah sebagai sosok yang cerdas, amanah, visioner, dan berorientasi pada kemaslahatan umat. Ia juga mengingatkan pentingnya penggunaan media sosial secara bijak untuk menyebarkan pesan positif dan membangun peradaban yang berakhlak.

        RICMA Camp 2026 diharapkan terus menjadi wadah pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda yang tangguh, adaptif, serta siap menghadapi tantangan global dengan integritas dan semangat kolaborasi.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Amry Nur Hidayat

        Bagikan Artikel: