Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Nasabah Emas BSI Tumbuh 40%, Transaksi Tembus 2,7 Ton di Awal 2026

        Nasabah Emas BSI Tumbuh 40%, Transaksi Tembus 2,7 Ton di Awal 2026 Kredit Foto: WE
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Bank Syariah emas Indonesia Tbk (BSI) mencatat lonjakan signifikan pada jumlah nasabah serta transaksi emas, sepanjang tahun 2025.

        Pertumbuhan tersebut menjadi salah satu pendorong kinerja bisnis perseroan.

        Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo mengatakan, bisnis bullion atau emas kini menjadi pintu masuk baru dalam pengembangan bisnis perseroan.

        “Jadi, tahun lalu pertumbuhan nasabah atau yang kita kelola saat tahun lalu itu 40%,” kata Eko di Jakarta, Jumat (6/3/2026). 

        Eko menjelaskan, dalam empat tahun terakhir, jumlah nasabah BSI rata-rata bertambah sekitar 1,5 juta orang per tahun.

        Namun pada 2025, pertumbuhan tersebut melonjak hingga mencapai 2 juta nasabah baru.

        Dari jumlah tersebut, sekitar 500 ribu nasabah berasal dari penabung emas.

        Menurut Eko, kondisi ini membuat BSI memiliki dua mesin pertumbuhan bisnis sekaligus.

        “Kami sekarang adalah bank satu-satunya yang punya dual engine."

        "Satu, engine bank syariah, satunya lagi engine golden bank,” ungkapnya. 

        Dari sisi transaksi, BSI mencatat volume transaksi emas mencapai 4 ton sepanjang tahun 2025.

        Sementara, hanya dalam dua bulan pertama 2026, transaksi emas sudah mencapai sekitar 2,7 ton.

        “Dan selama setahun kemarin 4 ton, 2 bulan (2026) sudah 2,7 ton."

        "Jadi kelihatannya tahun ini akan bisa 2 kali lipat tradingnya,” tuturnya. 

        Secara keseluruhan, aset BSI pada 2025 tercatat mencapai Rp496 triliun, atau tumbuh 14% secara tahunan.

        Pertumbuhan tersebut didukung oleh pembiayaan yang juga meningkat 14%.

        Baca Juga: Saham Sektor Energi dan Emas Dinilai Jadi Benteng Saat Perang AS-Iran

        Selain itu, dana pihak ketiga (DPK) BSI juga mencatat pertumbuhan tertinggi, sejak bank syariah tersebut resmi merger.

        Pada 2025, DPK BSI tumbuh 16% hingga mencapai Rp380 triliun. (*)

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Cita Auliana
        Editor: Yaspen Martinus

        Bagikan Artikel: