Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        GERD Bisa Sembuh Asal Lakukan Ini

        GERD Bisa Sembuh Asal Lakukan Ini Kredit Foto: Primayahospital.com
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof Dr dr Ari Fahrial Syam Sp.PD-KGEH, MMB, FINASIM, FACP, FACG mengatakan, GERD dapat sembuh jika mengurangi faktor risiko penyebabnya, dan melakukan pengobatan sampai tuntas.

        Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) adalah gangguan di mana isi lambung keluar dari dalam lambung, menuju esofagus hingga rongga mulut.

        Gangguan ini terjadi akibat adanya gangguan pada cardiac sphincter (klep atau tutup antara lambung dan esofagus) yang melemah, sehingga terjadi aliran balik isi lambung ke atas.

        “Mengobatinya tadi, menghilangkan gejala juga komplikasi, gaya hidup."

        "Kalau dia merokok, setop merokok."

        "Kalau dia (minum) alkohol juga setop."

        "Berat badan penting untuk diturunkan, kemudian diet rendah lemak,” kata Ari saat buka puasa Primaya Hospital bersama media di Jakarta, Kamis (5/2/2026).

        Mengubah gaya hidup dengan pola makan yang baik, lanjutnya, dapat mengurangi keparahan GERD.

        Begitu juga dengan olahraga teratur, menurunkan berat badan agar tidak obesitas, tidur cukup, dan mengelola stres.

        Berdasarkan penelitian yang dilakukannya, rata-rata penderita GERD adalah pria dengan kebiasaan merokok, obesitas, dan berusia di atas 40 tahun.

        Meski begitu, saat ini banyak anak-anak mengalami GERD karena pola makan yang tidak sehat, paparan makanan yang mengandung keju dan cokelat sejak bayi, serta kebiasaan tidur setelah makan.

        “Dan sekarang anak-anak cenderung kurang bergerak karena gadget."

        "Kurangi gadget, jadi artinya mereka harus sering di playground," ulas Ari.

        Untuk melihat indikasi GERD, biasanya dokter penyakit dalam akan melakukan endoskopi untuk melihat seberapa parah luka pada usus, dan melihat gap katup lambung yang menahan cairan asam lambung naik ke kerongkongan.

        Jika pasien sering merasakan nyeri dada dan ulu hati, rasa terbakar di dada, dan muntah berulang, maka sebaiknya melakukan endoskopi untuk melihat kemungkinan GERD.

        Endoskopi juga dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kemungkinan kanker pada usus karena luka yang tidak diobati.

        Pengobatan dengan meminum obat penekan asam lambung juga diberikan, dan harus diminum hingga penyakit GERD tuntas.

        Baca Juga: Edukasi untuk Orang Tua, Health Talk bersama RS Premier Bintaro Bahas Perbedaan Gumoh dan GERD pada Bayi

        Obat GERD yang dipicu bakteri helicobacter pylori adalah P-CAB Vonoparazan, Tegoprazan, dan Fexuprazan.

        Ari menambahkan, GERD dapat dikurangi dengan melakukan puasa intermiten, dan menjaga asupan protein. (*)

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Yaspen Martinus
        Editor: Yaspen Martinus

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: