Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Kasus Eks Jampidsus Febrie Terkuak, Said Didu Sebut Ada 'Pengkhianat' di Rezim Prabowo

Kasus Eks Jampidsus Febrie Terkuak, Said Didu Sebut Ada 'Pengkhianat' di Rezim Prabowo Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Polemik yang menyeret nama mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, terus memunculkan beragam respons.

Kali ini, kritik tajam datang dari mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu, yang menduga ada kepentingan besar di balik mencuatnya perkara tersebut.

Said Didu menilai dinamika yang berkembang bukan sekadar persoalan hukum semata. Menurutnya, terdapat sejumlah kemungkinan yang perlu dicermati, termasuk dugaan adanya kebocoran informasi dari lingkaran pemerintahan hingga campur tangan kelompok berkepentingan.

Dalam pernyataannya, Said Didu mengaku melihat sedikitnya tiga kemungkinan yang melatarbelakangi polemik tersebut. Salah satunya adalah dugaan adanya pihak dari internal pemerintahan yang membocorkan informasi demi kepentingan kelompok tertentu.

Baca Juga: Penjaga Rumah Febrie Tewas, Pengamat: Saya Yakin Terbunuh, Penyidik Paling Bodoh pun Tahu

"Ada 3 kemungkinan, ada pengkhianat dalam rezim Prabowo yang bocorkan kepentingan pihak geng SOP. Ini sangat jelas karena hanya memojokkan pihak lain," katanya.

Selain itu, Said Didu juga menduga informasi yang beredar telah dibumbui oleh kepentingan oligarki yang, menurutnya, ingin menyerang pihak-pihak yang sedang menjalankan agenda penertiban.

"Info yang dibumbui oleh pihak oligarki menyerang pusat komando penertiban oligarki Presiden Prabowo," ujarnya.

Ia mengaitkan dugaan tersebut dengan langkah-langkah penertiban yang disebut tengah dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Menurut Said Didu, kondisi tersebut patut menjadi perhatian karena dapat memengaruhi jalannya agenda pemerintahan.

Baca Juga: 9 Hal Janggal di Penanganan Kasus Febrie Adriansyah, Termasuk Sprindik 'Masa Depan'

Tak hanya itu, Said Didu juga menyoroti aspek keamanan informasi di lingkungan pemerintahan. Menurutnya, apabila informasi yang berasal dari pertemuan tingkat tinggi dapat bocor ke ruang publik, hal tersebut berpotensi mengganggu kredibilitas sistem keamanan negara.

Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari pihak Istana, Polri, maupun Kejaksaan Agung terkait pernyataan yang disampaikan Said Didu tersebut.

Sementara itu, polemik yang menyeret nama Febrie Adriansyah masih terus bergulir dan menjadi perhatian publik sebagai bagian dari dinamika penegakan hukum di Indonesia.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri

Tag Terkait: