Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Terpangkas 41 Persen, Laba BSDE Sisa Rp2,54 Triliun pada 2025.

        Terpangkas 41 Persen, Laba BSDE Sisa Rp2,54 Triliun pada 2025. Kredit Foto: Ist
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) menutup tahun buku 2025 dengan laba bersih sebesar Rp2,54 triliun. Capaian tersebut turun 41,61 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp4,35 triliun. Penurunan laba itu turut menekan laba per saham dasar Perseroan menjadi Rp121,71, dari sebelumnya Rp208,43 pada tahun sebelumnya.

        Dari sisi pendapatan, emiten properti Grup Sinarmas tersebut membukukan pendapatan usaha sebesar Rp12,78 triliun, atau turun 7,3 persen dibandingkan posisi akhir 2024 yang tercatat Rp13,79 triliun.

        Sebagian besar pendapatan Perseroan masih berasal dari segmen real estat yang mencapai Rp11,83 triliun. Sementara itu, kontribusi dari segmen properti tercatat Rp769,49 miliar, diikuti segmen jalan tol Rp103,63 miliar, hotel Rp52,25 miliar, serta pendapatan lainnya Rp32,75 miliar.

        Seiring dengan penurunan pendapatan, laba kotor Perseroan tercatat Rp8,12 triliun, turun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp8,81 triliun.

        Penurunan ini terjadi meskipun beban pokok penjualan berhasil ditekan menjadi Rp4,66 triliun dari sebelumnya Rp4,98 triliun.

        Baca Juga: Bumi Serpong (BSDE) Targetkan Prapenjualan Rp10 Triliun pada 2026

        Di sisi lain, sejumlah pos beban masih menunjukkan peningkatan. Beban umum dan administrasi tercatat Rp2,37 triliun, naik dari Rp2,02 triliun. Beban pajak final juga meningkat menjadi Rp489,09 miliar dari sebelumnya Rp405,42 miliar.

        Sementara itu, beban penjualan justru turun menjadi Rp1,81 triliun dibandingkan Rp1,91 triliun pada tahun sebelumnya. Secara keseluruhan, total beban usaha tercatat Rp4,67 triliun, meningkat dari Rp4,34 triliun.

        Kondisi tersebut membuat laba usaha Perseroan terkoreksi menjadi Rp3,44 triliun, dari sebelumnya Rp4,46 triliun.

        Di tengah penurunan laba, posisi neraca perusahaan justru menunjukkan penguatan. Total aset BSDE meningkat menjadi Rp79,26 triliun, dibandingkan posisi akhir 2024 sebesar Rp76,02 triliun.

        Baca Juga: Loncat 102%, Emiten CPO Grup Sinarmas (SMAR) Raup Laba Rp2,58 Triliun di 2025

        Sementara itu, total liabilitas berhasil ditekan menjadi Rp26,59 triliun, turun dari Rp28,7 triliun pada tahun sebelumnya. Di sisi lain, jumlah ekuitas meningkat menjadi Rp52,66 triliun, dari sebelumnya Rp47,31 triliun.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: