Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Tetap Lanjutkan Perang, Trump Klaim Kenaikan Harga Minyak Hanya Jangka Pendek

        Tetap Lanjutkan Perang, Trump Klaim Kenaikan Harga Minyak Hanya Jangka Pendek Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan tanggapan terkait kenaikan harga minyak mentah global. Ia menyatakan melalui platform Truth Social bahwa lonjakan harga tersebut hanya bersifat sementara.

        Trump menilai fluktuasi harga ini merupakan harga kecil yang harus dibayar demi keamanan. Keamanan dan perdamaian dunia disebut menjadi prioritas utama bagi Amerika Serikat saat ini.

        Harga minyak dunia diprediksi akan segera turun setelah ancaman nuklir Iran berhasil dihancurkan. “Hanya orang bodoh yang akan berpikir berbeda,” tulis Trump dalam unggahan pribadinya tersebut.

        Kutipan langsung dari pernyataannya menyebutkan bahwa kenaikan ini adalah pengorbanan kecil untuk masa depan. Pernyataan tersebut dikutip oleh media AFP pada hari Senin (9/3/2026).

        Meskipun harga energi sedang melambung, Trump tetap memutuskan untuk melanjutkan operasi militer. Ia menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak akan menghentikan serangan akibat tekanan pasar ekonomi.

        Pemerintah AS sedang mempertimbangkan untuk menyerang wilayah baru di dalam teritorial Iran. Beberapa kelompok yang sebelumnya tidak masuk daftar target kini mulai menjadi sasaran pemantauan.

        Konflik antara pihak Amerika Serikat bersama Israel melawan Iran memicu kekhawatiran pasar global. Situasi perang tersebut menjadi penyebab utama meroketnya harga komoditas energi dunia.

        Harga minyak dunia saat ini dilaporkan sudah mendekati level ambang batas USD 120 per barel. Angka ini merupakan salah satu rekor tertinggi di tengah ketidakpastian kondisi geopolitik.

        Baca Juga: Minyak Dunia Melonjak, Purbaya Buka Opsi Beban Dibagi ke Masyarakat

        Para pengamat ekonomi mengkhawatirkan dampak berkelanjutan jika perang berlangsung dalam waktu lama. Tekanan inflasi di berbagai negara mulai terasa seiring naiknya beban biaya logistik global.

        Trump tetap optimis bahwa stabilitas ekonomi akan segera kembali setelah tujuan militer tercapai. Amerika Serikat terus memperkuat aliansi strategis guna memastikan dominasi di kawasan Timur Tengah.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Christian Andy
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Bagikan Artikel: