Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Israel Khawatir Trump Capai Kesepakatan Parsial dengan Iran

Israel Khawatir Trump Capai Kesepakatan Parsial dengan Iran Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemerintah Israel mengekspresikan kekhawatiran mendalam bahwa Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, akan menyepakati perjanjian dengan Iran sebelum seluruh tujuan kunci perang tercapai. Kekhawatiran utama muncul jika Trump melakukan konsesi di menit-menit terakhir demi mengakhiri negosiasi dengan cepat.

"Ada kekhawatiran nyata bahwa Trump akan mencapai kesepakatan yang buruk. Israel berusaha memengaruhinya sebisa mungkin," ungkap seorang pejabat Israel kepada CNN. Pihak Israel memandang perang belum usai jika program nuklir Teheran tetap utuh sebagian, sementara isu rudal balistik dan dukungan proksi regional diabaikan dalam pembicaraan.

Meskipun Netanyahu tetap berhati-hati dalam memberikan tekanan kepada Trump, pergeseran fokus negosiasi mulai terlihat jelas. Di awal perang, Trump menargetkan penghancuran program rudal balistik dan penutupan fasilitas nuklir, namun kini fokus menyempit pada masalah pengayaan uranium dan pembukaan kembali Selat Hormuz.

Perubahan ini juga tercermin dari pernyataan publik Perdana Menteri Netanyahu yang semula menetapkan lima syarat ketat menjadi hanya satu prioritas utama. "Tujuan terpenting adalah penghapusan material (uranium) yang diperkaya dari Iran, semua material yang diperkaya, dan pembongkaran kemampuan pengayaan uranium Iran," kata Netanyahu pekan lalu tanpa menyebutkan isu proksi atau rudal.

Baca Juga: Gencatan Senjata Gagal, Iran Ancam Naikkan Uranium 90% Jika Diserang AS-Israel

Lembaga keamanan Israel secara khusus merasa cemas terhadap potensi kesepakatan sementara yang dapat mengurangi tekanan ekonomi terhadap Iran tanpa menyentuh masalah nuklir secara fundamental. Pihak Israel berpendapat bahwa stabilitas rezim dan aliran dana yang besar akibat pencabutan sanksi ekonomi dapat membahayakan posisi keamanan mereka di masa depan.

Hingga saat ini, negosiasi antara AS dan Iran masih berlangsung alot dengan perbedaan posisi yang signifikan mengenai masa depan program nuklir Teheran. Sementara pemerintahan Trump mendorong jalur diplomatik untuk menghindari lonjakan harga bensin di AS, Israel tetap bersiap menghadapi kemungkinan berlanjutnya pertempuran jika kesepakatan akhir dianggap merugikan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy

Tag Terkait: