Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Pendapatan Loncat 3.785%, Sekuritas Hapsoro (PADI) Ubah Rugi Jadi Laba di 2025

        Pendapatan Loncat 3.785%, Sekuritas Hapsoro (PADI) Ubah Rugi Jadi Laba di 2025 Kredit Foto: Freepik/Racool Studio
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI) berhasil membalikkan kondisi keuangannya pada tahun 2025. Emiten sekuritas yang terafiliasi dengan pengusaha Happy Hapsoro ini mencatat laba neto tahun berjalan sebesar Rp1,81 miliar, berbanding terbalik dengan periode yang sama tahun 2024 yang masih membukukan rugi Rp13,79 miliar.

        Perbaikan kinerja tersebut turut mendorong laba bersih per saham dasar menjadi Rp0,16 dari sebelumnya minus Rp1,22. Lonjakan kinerja ini didorong oleh pertumbuhan pendapatan yang sangat signifikan. 

        Sepanjang periode tersebut, total pendapatan PADI tercatat Rp61,74 miliar, melonjak 3.785% dibandingkan periode yang sama pada akhir 2024 yang hanya Rp1,58 miliar.

        Kontributor terbesar berasal dari pendapatan kegiatan perantara perdagangan efek yang mencapai Rp60,23 miliar, melesat dari sebelumnya Rp981,83 juta. Selain itu, perusahaan juga mulai mencatat pendapatan dari kegiatan penjaminan emisi efek sebesar Rp1,15 miliar, yang sebelumnya belum ada kontribusi dari segmen ini.

        Baca Juga: Emiten Happy Hapsoro (BUVA) Ungkap Alasan Rights Issue 50 Miliar Saham

        Di sisi lain, pendapatan dari dividen dan bunga justru mengalami penurunan menjadi Rp359,25 juta dari sebelumnya Rp607,18 juta. Peningkatan aktivitas usaha juga diikuti oleh kenaikan beban operasional. 

        Jumlah beban usaha tercatat Rp60,56 miliar, meningkat dari sebelumnya Rp16,3 miliar. Meski demikian, perusahaan tetap mampu mencetak laba usaha Rp1,18 miliar, berbalik dari posisi rugi Rp14,72 miliar pada periode sebelumnya.

        Dari sisi neraca, total aset Perseroan tercatat Rp256,53 miliar, meningkat dari sebelumnya Rp175,96 miliar. Sementara itu, liabilitas naik menjadi Rp98,76 miliar dari posisi akhir tahun sebelumnya Rp20,66 miliar. Adapun ekuitas perusahaan tercatat Rp157,77 miliar, sedikit meningkat dibandingkan posisi akhir 2024 sebesar Rp155,3 miliar. 

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: