Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Iran Beri Peringatan Harga Minyak Bisa Tembus 200 Dolar Per Barel

        Iran Beri Peringatan Harga Minyak Bisa Tembus 200 Dolar Per Barel Kredit Foto: Associated Press
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Iran memperingatkan dunia agar bersiap menghadapi lonjakan harga minyak yang diklaim bisa menembus hingga USD 200 per barel setelah pasukannya menembaki kapal-kapal dagang pada kemarin (Rabu, 11/03) .

        Pada saat yang sama, International Energy Agency (IEA) merekomendasikan agar dibuka kran cadangan minyak strategis global untuk meredam krisis energi terburuk sejak dekade 1970-an.

        Untuk diketahui sudah dua minggu perang yang dipicu oleh serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel telah menewaskan sekitar 2.000 orang, sebagian besar warga Iran dan Lebanon.

        Konflik tersebut juga meluas hingga ke Lebanon serta mengguncang pasar energi global dan jalur transportasi internasional.

        Meski markas militer AS di Pentagon menyebut serangan udara tersebut intens dilakukan sejak perang dimulai, Iran pun tetap melancarkan serangan balasan ke Israel dan sejumlah target di kawasan Timur Tengah.

        Pada hari yang sama, tiga kapal dilaporkan terkena serangan di perairan Teluk setelah Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengklaim pasukannya berhasil menembaki kapal-kapal yang tidak mematuhi perintah.

        Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan operasi militer tersebut mungkin tidak akan berlangsung lama karena hampir tidak ada lagi target yang tersisa di Iran.

        "Setiap saat saya ingin perang ini berakhir, maka perang itu akan berakhir,” kata Trump dalam wawancara dengan Axios.

        Harga minyak dunia yang sempat melonjak mendekati USD 120 per barel pada awal pekan sebelum turun ke sekitar USD 90 kembali naik lebih dari 4 persen pada Rabu.

        Kenaikan ini dipicu kekhawatiran baru mengenai gangguan pasokan energi global, sementara indeks saham utama di Wall Street melemah dalam perdagangan pagi.

        Sebelumnya, pasar saham sempat pulih karena investor berharap pemerintahan Trump akan segera menemukan jalan keluar dari konflik tersebut. Namun berbagai perkembangan terbaru menunjukkan pertempuran kemungkinan masih akan berlanjut.

        Serangan drone dan rudal Iran juga menghantam pelabuhan dan kota-kota di negara-negara Teluk serta sejumlah target di Israel, meningkatkan tekanan dari Turkiye dan negara-negara Eropa agar konflik segera dihentikan.

        Axios melaporkan seorang pejabat militer Israel menyatakan militer masih memiliki daftar panjang target di Iran, termasuk fasilitas rudal balistik dan lokasi yang berkaitan dengan program nuklir.

        Dampak Blokade Selat Hormuz

        Hingga kini belum ada tanda bahwa kapal dapat berlayar dengan aman melalui Selat Hormuz, jalur pelayaran penting di Iran yang merupakan rute seperlima pasokan minyak dunia.

        Trump mengatakan kapal seharusnya tetap melintasi selat tersebut, tetapi sejumlah sumber menyebut Iran telah menempatkan banyak ranjau laut di jalur itu, sehingga memperumit situasi blokade.

        Militer AS juga memperingatkan warga Iran agar menjauhi pelabuhan yang memiliki fasilitas angkatan laut Iran. Peringatan ini dibalas oleh militer Iran dengan ancaman bahwa jika pelabuhan mereka diserang, pusat ekonomi dan perdagangan di kawasan akan menjadi target yang sah.

        Dengan harga bahan bakar yang sudah melonjak di beberapa negara serta posisi Partai Republik dan Trump yang tertinggal dalam jajak pendapat menjelang Pemilu Sela, harga minyak menjadi faktor yang semakin penting untuk masuk kalkulas politik.

        IEA yang beranggotakan negara-negara konsumen minyak utama merekomendasikan pelepasan 400 juta barel minyak dari cadangan strategis global untuk menstabilkan harga.

        Namun, kemampuan tiap negara untuk melepas cadangan strategis berbeda-beda, dan jumlah tersebut hanya akan menutupi sebagian kecil pasokan minyak yang biasanya melewati Selat Hormuz.

        Pejabat Iran menegaskan mereka siap memicu guncangan ekonomi berkepanjangan selama perang berlangsung.

        "Bersiaplah menghadapi harga minyak USD 200 per barel, karena harga minyak bergantung pada keamanan kawasan yang telah kalian destabilisasi,” kata juru bicara komando militer Iran, Ebrahim Zolfaqari, dalam pernyataan yang ditujukan kepada Washington.

        Ia juga mengatakan Iran akan menyerang bank-bank yang berbisnis dengan AS atau Israel setelah kantor sebuah bank di Teheran terkena serangan semalam. Ebrahim bahkan memperingatkan masyarakat Timur Tengah untuk menjauhi bank hingga radius 1.000 meter.

        Di laut, sebuah kapal kargo berbendera Thailand terbakar setelah terkena serangan sehingga awaknya harus dievakuasi. Tiga orang dilaporkan hilang dan diduga terjebak di ruang mesin.

        Dua kapal lain, sebuah kapal kontainer berbendera Jepang dan kapal kargo berbendera Kepulauan Marshall juga dilaporkan mengalami kerusakan akibat proyektil.

        Dengan insiden tersebut, total kapal dagang yang terkena serangan sejak perang dimulai mencapai 14 unit.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Ferry Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: