Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Pendapatan Anjlok, Rugi Merdeka Gold (EMAS) Bengkak 116% di 2025

        Pendapatan Anjlok, Rugi Merdeka Gold (EMAS) Bengkak 116% di 2025 Kredit Foto: Merdeka Gold Resources
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Kinerja keuangan PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) sepanjang 2025 menunjukkan tekanan cukup besar. Perseroan mencatat rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar sebesar USD27,49 juta, meningkat tajam 116,47 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD12,69 juta.

        Lonjakan kerugian tersebut tidak lepas dari penurunan pendapatan yang sangat signifikan. Sepanjang tahun 2025, EMAS hanya membukukan pendapatan sebesar USD131,96 ribu. Angka ini merosot tajam 92,45 persen dibandingkan USD1,74 juta pada periode sebelumnya.

        Seluruh pendapatan tersebut berasal dari segmen sewa alat berat kepada pihak berelasi, yakni PT Merdeka Mining Servis.

        Di sisi lain, beban pokok pendapatan tercatat USD277,95 ribu, lebih rendah dibandingkan periode 2024 yang mencapai USD1,18 juta.

        Meski demikian, Perseroan tetap mencatat rugi kotor sebesar USD145,99 ribu, berbanding terbalik dengan tahun sebelumnya yang masih mencatat laba kotor USD569,56 ribu.

        Tekanan kinerja juga terlihat dari sisi operasional. Beban umum dan administrasi melonjak menjadi USD9,48 juta dari sebelumnya USD1,01 juta.

        Kondisi ini membuat rugi usaha perusahaan meningkat signifikan menjadi USD9,63 juta, dibandingkan USD449,79 ribu pada periode sebelumnya.

        Baca Juga: Merdeka Gold (EMAS) Kirim Perdana 44 Kg Dore ke Antam, Pani Menuju Produksi Komersial

        Baca Juga: Anak Usaha EMAS Teken Transaksi Rp9,84 Triliun, Dukung Operasional Tambang Emas Pani

        Sementara itu, dari sisi neraca keuangan, total aset EMAS tercatat USD740,63 juta, meningkat dari USD529,72 juta pada periode sebelumnya.

        Kenaikan juga terjadi pada liabilitas, yang pada Desember 2025 tercatat USD359,70 juta, bengkak dari USD256,68 juta di 2024.

        Adapun jumlah ekuitas perusahaan mencapai USD380,93 juta, meningkat dibandingkan posisi sebelumnya sebesar USD273,03 juta.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: