Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Rupiah Ditutup Melemah ke Rp16.893 per Dolar AS

        Rupiah Ditutup Melemah ke Rp16.893 per Dolar AS Kredit Foto: Antara/Aprillio Akbar
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah tipis pada perdagangan Kamis (12/3/2026). Rupiah tercatat berada di level Rp16.893 per dolar AS, atau turun 7 poin dibandingkan posisi sebelumnya di Rp16.886 per dolar AS.

        Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi, mengatakan pelemahan mata uang Garuda dipicu lonjakan harga minyak dunia yang sempat melampaui US$100 per barel.

        Menurutnya, kenaikan harga minyak terjadi setelah laporan media menyebut dua kapal tanker minyak internasional dihantam di dekat Irak.

        “Laporan lain menunjukkan Oman mengevakuasi terminal ekspor minyak utama, sementara Iran terlihat memblokir Selat Hormuz yang merupakan jalur pasokan utama bagi sekitar seperlima perdagangan minyak dunia,” kata Ibrahim kepada wartawan.

        Ia menjelaskan, lonjakan harga minyak membuat pelaku pasar semakin waspada terhadap potensi peningkatan inflasi global dalam jangka panjang. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran bahwa bank sentral akan mengambil kebijakan moneter yang lebih agresif dalam beberapa bulan mendatang.

        “Sinyal yang beragam terkait konflik Iran juga memicu pergerakan harga yang berfluktuasi di pasar logam sepanjang pekan ini,” imbuhnya.

        Dari dalam negeri, pelemahan rupiah juga terjadi di tengah publikasi kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga Februari 2026 yang mencatatkan perkembangan positif dari sisi penerimaan pajak maupun belanja negara.

        Penerimaan pajak tercatat tumbuh lebih dari 30%, sementara penyerapan belanja negara meningkat hingga 41,9%.

        Meski demikian, Ibrahim menilai jika melihat postur realisasi anggaran secara keseluruhan, APBN 2026 hingga Februari masih menunjukkan kondisi yang belum sepenuhnya solid.

        Baca Juga: Purbaya Ngaku Dimaki di TikTok Gara-Gara Rupiah Tembus Rp17.000

        Baca Juga: Rupiah Ditutup Melemah Rp16.886 Efek Perang di Selat Hormuz & Outlook Negatif Moody’s-Fitch

        Baca Juga: Rupiah Tembus 17 Ribu, Menkeu: Fondasi Ekonomi Kita Kuat 

        Hal tersebut tercermin dari realisasi keseimbangan primer yang masih mencatatkan defisit sebesar Rp35,9 triliun, sementara beban bunga utang terus meningkat.

        Ia menjelaskan bahwa estimasi pembayaran bunga utang pada Februari 2026 mencapai sekitar Rp99,8 triliun. Nilai tersebut merupakan selisih antara defisit anggaran dengan realisasi keseimbangan primer.

        “Artinya jika defisit tercatat sebesar Rp135,7 triliun dan defisit keseimbangan primer Rp35,9 triliun, maka selisihnya atau pembayaran bunga utang sebesar Rp99,8 triliun. Jumlah itu setara 16,64% dari pagu pembayaran bunga,” ujarnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dwi Aditya Putra
        Editor: Annisa Nurfitri

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: