- Home
- /
- New Economy
- /
- Energi
Kementerian ESDM Pastikan Stok Energi Aman Jelang Mudik, Solar Justru Turun 27 Persen
Kredit Foto: Antara/Basri Marzuki
Kilang Balongan di Jawa Barat adalah unit pengolahan minyak mentah dengan kompleksitas tertinggi di Indonesia, berkapasitas 150 ribu barel per hari dan memiliki Nelson Complexity Index (NCI) 11,9.
Dari kilang inilah 82 persen produk BBM didistribusikan ke Jakarta dan Jawa Barat melalui Integrated Terminal Balongan, Fuel Terminal Cikampek, dan Integrated Terminal Jakarta di Plumpang.
Kementerian ESDM memilih Balongan sebagai titik kunjungan kerja pada Kamis, 12 Maret, untuk memastikan pasokan energi wilayah Jawa bagian barat aman menjelang puncak mudik Lebaran. Dirjen Minyak dan Gas Bumi Laode Sulaeman menyatakan kondisi stok BBM, LPG, dan minyak mentah semuanya dalam kondisi aman.
"Baik itu untuk crude oil, kemudian juga untuk stok BBM, LPG, semua tersedia dan masyarakat tidak perlu panik dengan kondisi saat ini. Kita juga melakukan inovasi-inovasi antara lain dengan pemanfaatan BBM yang optimal sesuai dengan kebutuhan," ujar Laode dikutip dari ANTARA.
Berdasarkan proyeksi permintaan periode 9 Maret hingga 1 April 2026 di wilayah Jawa bagian barat, bensin akan mengalami kenaikan permintaan paling signifikan sebesar 9,6 persen akibat meningkatnya mobilitas kendaraan pribadi saat mudik.
BBM industri ikut naik 7,9 persen, avtur naik tipis 0,5 persen, dan LPG naik 2,86 persen seiring meningkatnya aktivitas rumah tangga selama Ramadan.
Satu-satunya komoditas yang proyeksinya turun adalah solar, yakni 27,3 persen. Penurunan itu terjadi karena pembatasan operasional kendaraan logistik selama periode arus mudik dan balik.
Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan, Pertamina menyiapkan infrastruktur yang lebih luas dari hari biasa di Regional Jawa Bagian Barat. Jaringan distribusi yang sudah ada mencakup 1.620 SPBU, 439 Pertashop, 2.331 Agen LPG, 206 Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE), dan 2 Agen minyak tanah.
Selama periode Ramadan dan Idul Fitri (RAFI), Pertamina menambah sejumlah layanan khusus.
Rinciannya: 427 SPBU beroperasi 24 jam, 2.180 Agen LPG Siaga, 18 titik layanan BBM dan Kiosk Pertamina Siaga, 52 titik Motorist dan Pertamina Delivery Service BBM, 563 agen PDS Bright Gas, 62 mobil tangki standby di SPBU, serta 11 Serambi MyPertamina yang menyediakan tempat istirahat, mini klinik, area bermain anak, dan layanan kendaraan.
"Di saat nanti pelaksanaan RAFI, Pertamina juga melakukan penyediaan servis-servis tambahan seperti motoris, kemudian posko-poskonya ditambah fasilitas-fasilitas yang biasanya tidak dilaksanakan di musim-musim atau hari-hari biasanya," kata Laode.
Penambahan layanan ini dirancang untuk menjaga kelancaran distribusi energi di tengah lonjakan mobilitas yang terjadi setiap tahun menjelang Lebaran.
Baca Juga: ESDM Jamin Pasokan BBM dan LPG Jawa Bagian Barat Aman Selama RAFI 1447 H
Enam persen sisanya dari produk Kilang Balongan diekspor ke Singapura dalam bentuk Decant Oil, sementara 12 persen lainnya didistribusikan ke wilayah luar Jakarta dan Jawa Barat.
Komposisi distribusi itu mencerminkan betapa sentralnya peran Balongan dalam menjaga pasokan energi di dua wilayah dengan konsumsi BBM tertinggi di Indonesia.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Amry Nur Hidayat