Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Harga Emas Dunia Bertahan Tinggi, Analis Prediksi Peluang Tembus US$5.158 per Troy Ons

        Harga Emas Dunia Bertahan Tinggi, Analis Prediksi Peluang Tembus US$5.158 per Troy Ons Kredit Foto: EmasKu
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Harga emas dunia dan logam mulia masih menunjukkan tren kuat hingga akhir pekan ini. Pada Sabtu (14/3/2026) pagi, harga emas dunia tercatat ditutup di kisaran US$5.021 per troy ons, sementara harga emas batangan domestik atau logam mulia berada di level Rp2.997.000 per gram.

        Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengatakan jika terjadi koreksi, harga emas dunia diperkirakan akan menguji support pertama di level US$4.973 per troy ous. Pada level tersebut, harga logam mulia domestik diperkirakan berada di sekitar Rp2.972.000 per gram.

        "Kalau seandainya terjadi koreksi kembali di support kedua, yaitu di Rp4.922 per troy ons, logam mulianya di Rp2.920.000 per gram," ungkap Ibrahim kepada wartawan, Minggu (15/3/2026).

        Di sisi lain, kata Ibrahim apabila tren penguatan berlanjut, emas berpeluang menguji resistance pertama di level US$5.078.000 per troy ous. Pada titik ini, harga logam mulia domestik diperkirakan berada di kisaran Rp3.018.000 per gram.

        Dalam proyeksi sepekan ke depan, harga emas dunia bahkan berpotensi bergerak lebih tinggi hingga menyentuh US$5.158 per troy ous. Jika skenario tersebut terjadi, harga logam mulia domestik berpeluang menembus level psikologis Rp3.100.000 per gram.

        Ibrahim menuturkan, kebijakan Bank Central Amerika Serikat atau The Fed yang kemungkinan besar masih akan mempertahankan suku bunga tinggi, menjadi faktor kenaikan harga emas dunia dan logam mulia selama sepekan ke depan. THR Fed diperkirakan baru akan menurunkan suku bunga di perkirakan di bulan September.

        "Ini yang kebijakan ini sebenarnya yang membuat harga emas dunia itu tertahan. Nah tentang logam mulia sendiri, kemungkinan besar logam mulia itu masih bertahan di level Rp3.000.000 disebabkan oleh melemahnya mata uang rupiah," pungkas dia.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dwi Aditya Putra
        Editor: Ferry Hidayat

        Bagikan Artikel: