500 Orang Ditangkap Iran Gegara Bocorkan Informasi Rahasia ke Israel dan Amerika Serikat
Kredit Foto: Reuters/Morteza Nikoubazl
Iran mengumumkan bahwa pihaknya telah menangkap sekitar lima ratus orang yang dituduh membocorkan informasi kepada musuh di tengah serangan udara yang terus dilancarkan oleh Israel dan Amerika Serikat (AS).
Kepala Kepolisian Iran, Ahmadreza Radan mengatakan setengah dari kasus tersebut berkaitan dengan insiden serius, termasuk individu yang memberikan informasi lokasi target militer ke Tel Aviv dan Washington.
Baca Juga: Perang Timur Tengah Memanas, Paus Leo Minta Perang Iran Segera Dihentikan
“Sebagian kasus melibatkan orang-orang yang memberikan informasi untuk penyerangan target serta individu yang merekam lokasi serangan dan mengirimkannya,” kata Radan, dikutip dari Tasnim.
Ia tidak menjelaskan secara rinci kapan seluruh penangkapan tersebut dilakukan. Namun Iran sebelumnya melaporkan puluhan orang ditangkap dalam berbagai daerah pada Minggu.
Beberapa kasus yang dilaporkan antara lain adalah penangkapan sekitar dua puluh orang karena diduga mengirimkan koordinat fasilitas militer dan keamanan ke Israel di Iran Barat Laut.
Adapun sepuluh orang ditahan karena mengumpulkan informasi mengenai lokasi sensitif dan infrastruktur ekonomi di Iran Timur Laut.
Sementara Provinsi Lorestan mengumumkan bahwa tiga orang orang ditahan karena dituduh mencoba memicu keresahan publik dan merusak simbol-simbol berkabung.
Penangkapan ini terjadi ketika pos pemeriksaan keamanan mulai ditargetkan oleh Israel. Langkah tersebut dinilai menandai fase baru dalam operasi militer terhadap Iran.
Adapun Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan menyerang fasilitas minyak utama Kharg Island Iran. Hal ini menyusul ancaman negara tersebut untuk terus mengganggu kapal yang melintas di Strait of Hormuz.
Baca Juga: Amerika Serikat: Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Terluka Parah
Trump mengatakan pihaknya sebelumnya telah menghancurkan sejumlah target militer di pulau tersebut, meskipun serangan itu tidak menyasar langsung fasilitas minyak. Namun ia memperingatkan bahwa keputusan tersebut bisa berubah jika Iran atau pihak lain mengganggu jalur pelayaran energi dunia.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: