Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Hadapi Iran Lewat Diplomasi, Negara Ini Sukses Amankan Jalur di Selat Hormuz

        Hadapi Iran Lewat Diplomasi, Negara Ini Sukses Amankan Jalur di Selat Hormuz Kredit Foto: Annisa Nurfitri
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        India menyatakan bahwa pihaknya sukses mengamankan akses untuk beberapa kapal tankernya guna melaju aman dalam wilayah dari Selat Hormuz. Hal ini menyusul diplomasinya dengan Iran.

        Menteri Luar Negeri India Subrahmanyam Jaishankar mengatakan bahwa pembicaraan dengan negara tersebut telah menghasilkan kemajuan nyata. Ia menyebut bahwa diplomasi  menjadi cara paling efektif untuk membantu memulihkan pelayaran di Selat Hormuz.

        Baca Juga: Tak Kekurangan Rudal Pencegat, Israel Siap Berkonflik Panjang Lawan Iran

        “Berbicara telah menghasilkan beberapa hasil,” kata Jaishankar dikutip dari Financial Times.

        Jaishankar menybeut sebagai contoh keberhasilan diplomasi tersebut, dua kapal pengangkut liquefied petroleum gas (LPG) berbendera negaranua berhasil melintasi Selat Hormuz di Sabtu. Kapal tersebut adalah Shivalik dan Nanda DeviKeduanya membawa sekitar 92.712 T LPG ke India.

        Jaishankar menyebut keberhasilan pelayaran ini sebagai bukti bahwa pendekatan diplomatik dapat membantu meredakan gangguan perdagangan energi di kawasan tersebut.

        “Dari sudut pandang kami, tentu lebih baik kita berdialog, berkoordinasi dan menemukan solusi daripada tidak melakukan apa-apa,” ujarnya.

        Jaishankar menegaskan bahwa tidak ada pengaturan khusus atau kesepakatan menyeluruh antara kedua negara terkait pelayaran kapal berbendera India. Ia juga mengatakan bahwa pihaknya tak memberikan imbalan apapun ke Iran.

        Meski demikina, ia menegaskan bahwa hubungan setiap negara memiliki dinamika masing-masing sehingga tidak mudah disamakan, termasuk antara India dan Iran.

        Namun ia menyatakan bahwa pihaknya bersedia berbagi pendekatan diplomasi tersebut dengan negara-negara dari Uni Eropa. Kawasan euro diketahui juga menghadapi risiko gangguan perdagangan energi.

        Adapun Selat Hormuz merupakan salah satu jalur energi paling penting di dunia, dengan sekitar dua puluh persen pasokan minyak global melewati perairan sempit tersebut setiap hari. Jalur tersebut ditutup menyusul perang dari Israel, Amerika Serikat dan Iran.

        Baca Juga: 500 Orang Ditangkap Iran Gegara Bocorkan Informasi Rahasia ke Israel dan Amerika Serikat

        Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sebelumnya meminta negara-negara global mengirim kapal perang untuk membantu menjaga keamanan jalur pelayaran tersebut di tengah konflik antara Washington, Israel dan Iran.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: