- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
Tutup 2025, Vale (INCO) Catat Lonjakan Laba 31,6% di Tengah Tekanan Harga Nikel
Kredit Foto: PT Vale
PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mencatatkan kinerja solid sepanjang tahun 2025 dengan laba bersih mencapai USD76,06 juta, naik 31,6% dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini mencerminkan perbaikan operasional yang konsisten, didukung oleh produksi yang lebih kuat serta disiplin dalam efisiensi biaya.
Dari sisi top line, Perseroan membukukan pendapatan sebesar USD990,19 juta, meningkat dari USD950,38 juta pada tahun 2024. Kenaikan ini terjadi meski harga nikel global berada dalam tren melemah.
Produksi nikel dalam matte tercatat mencapai 72.027 metrik ton (t) sepanjang 2025, sedikit lebih tinggi dibandingkan 71.311 t pada 2024.
Capaian ini menunjukkan komitmen Perseroan dalam menjaga keandalan operasional sekaligus mengelola produksi secara efisien sepanjang tahun.
Tak hanya mengandalkan produk utama, INCO juga memperluas sumber pendapatan melalui penjualan bijih nikel saprolit.
Sepanjang 2025, penjualan saprolit mencapai 2.316.023 wet metric tons (wmt), dengan volume bulanan tertinggi terjadi pada Oktober sebesar 516.167 wmt. Secara keseluruhan, kontribusi terbesar berasal dari Blok Bahodopi, diikuti aktivitas dari Blok Pomalaa.
Di tengah kondisi harga yang menurun, rata-rata harga realisasi nikel matte pada 2025 tercatat USD12.157 per ton, turun 7% dari USD13.086 per ton pada tahun sebelumnya.
Meski demikian, peningkatan tingkat pay ability sejak Juli serta volume pengiriman yang lebih tinggi mampu menjaga kinerja pendapatan tetap tumbuh hingga sekitar USD990,2 juta, atau naik 4% dibandingkan USD950,4 juta pada 2024.
Baca Juga: Vale Siap Ajukan Revisi RKAB ke Kementerian ESDM
Baca Juga: Tak Hanya Hasilkan MHP, Vale Buka Peluang Garap Baterai EV ke Depan
Dari sisi efisiensi, Perseroan berhasil menjaga biaya tetap kompetitif. Unit biaya kas penjualan tercatat sebesar USD9.339 per ton, sedikit lebih rendah dibandingkan USD9.374 per ton pada tahun sebelumnya.
Capaian ini bahkan menjadi yang terendah dalam empat tahun terakhir, jauh menurun dari sekitar USD11.201 per ton pada 2022, meskipun perusahaan sempat melakukan pemeliharaan besar pada salah satu furnace.
Untuk mendukung ekspansi, INCO mengalokasikan belanja modal sebesar USD485,9 juta sepanjang 2025, meningkat 46% dari USD332,1 juta pada tahun sebelumnya. Investasi ini difokuskan pada proyek pengembangan serta kebutuhan sustaining capital.
Sementara itu, posisi keuangan Perseroan tetap kuat dengan saldo kas sebesar USD376,3 juta per 31 Desember 2025, yang dinilai cukup untuk mendukung berbagai proyek pertumbuhan ke depan secara tepat waktu.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: