Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        EDGE Mau Angkat Kaki dari Bursa, Rencanakan Go Private dan Delisting

        EDGE Mau Angkat Kaki dari Bursa, Rencanakan Go Private dan Delisting Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Indointernet Tbk (EDGE) mengumumkan rencana untuk mengubah status perusahaan dari emiten terbuka menjadi perusahaan tertutup melalui langkah go private yang diikuti dengan penghapusan pencatatan saham (delisting) dari Bursa Efek Indonesia.

        Informasi tersebut disampaikan Perseroan dalam keterbukaan informasi kepada pemegang saham pada 16 Maret 2026.

        “Informasi kepada para pemegang saham mengenai rencana perubahan status Perseroan dari perusahaan terbuka menjadi perusahaan tertutup termasuk rencana penghapusan pencatatan saham-saham Perseroan dari Bursa Efek Indonesia,” kata Corporate Secretary, Donauly Elena Situmorang, dikutip dari keterbukaan informasi Selasa (17/3/2026).

        Namun dalam dokumen itu belum dijelaskan lebih lanjut mengenai dampak rencana tersebut terhadap kegiatan operasional, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perusahaan.

        Untuk diketahui, ESGE membukukan laba bersih atau tahun berjalan mencapai Rp120,8 miliar, merosot hampir setengah dari Rp232,3 miliar pada 2024. Penurunan laba ini terjadi seiring dengan pendapatan bersih perusahaan yang turun dari Rp1,02 triliun pada 2024 menjadi hanya Rp842,1 miliar di 2025.

        Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian yang telah diaudit untuk periode yang berakhir 31 Desember 2025, beban pokok pendapatan EDGE juga tercatat turun menjadi Rp441,7 miliar dari Rp593,9 miliar. Tekanan terhadap laba datang dari meningkatnya sejumlah pos biaya, terutama beban pinjaman.

        Baca Juga: Laba EDGE Merosot Jadi Rp120,8 Miliar di 2025, Tertekan Beban Pinjaman

        Baca Juga: EDGE Raih Fasilitas Kredit US$665 Juta untuk Pengembangan Pusat Data

        Baca Juga: Indointernet (EDGE) Salurkan Tambahan Modal Rp72 Miliar ke Anak Usaha

        Perusahaan mencatat beban pinjaman sebesar Rp114,9 miliar, melonjak signifikan dari Rp35,5 miliar pada tahun sebelumnya. Kenaikan ini sejalan dengan peningkatan pembiayaan dari perbankan untuk mendukung ekspansi infrastruktur.

        Selain itu, beban umum dan administrasi juga meningkat menjadi Rp120,2 miliar dibandingkan Rp100,8 miliar pada 2024.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dwi Aditya Putra
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: