Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Trump Lontarkan Ancaman Akan Ledakan Gas Terbesar Dunia Milik Iran

        Trump Lontarkan Ancaman Akan Ledakan Gas Terbesar Dunia Milik Iran Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan ancaman keras terhadap Iran, dengan menyatakan akan menghancurkan ladang gas terbesar di dunia, South Pars, jika Teheran kembali menyerang fasilitas energi milik Qatar.

        Ancaman tersebut muncul di tengah meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah, menyusul serangan Israel ke ladang gas South Pars yang kemudian memicu aksi balasan Iran ke sejumlah fasilitas energi di kawasan

        Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat siap mengambil langkah tegas apabila Iran kembali menargetkan infrastruktur energi Qatar, yang diketahui berbagi ladang gas South Pars dengan Iran.

        "Amerika Serikat, dengan atau tanpa bantuan maupun persetujuan Israel, akan membumihanguskan seluruh Ladang Gas South Pars dengan kekuatan yang belum pernah disaksikan Iran sebelumnya,” tegas Trump.

        Eskalasi konflik ini berdampak langsung pada pasar energi global. Harga minyak mentah Brent melonjak sekitar 6 persen menjadi 114 dolar AS per barel, sementara harga gas di Eropa naik hingga 23 persen. Di sisi lain, pasar saham Asia turut tertekan, dengan indeks Nikkei 225 Jepang ditutup melemah 3,4 persen.

        Sebelumnya, Trump menyatakan AS tidak terlibat dalam serangan Israel ke South Pars. Namun, laporan sejumlah media Amerika Serikat menyebutkan bahwa serangan tersebut diduga mendapat persetujuan sebagai bagian dari strategi untuk menekan Iran, termasuk terkait isu Selat Hormuz.

        Sementara itu, serangan balasan Iran dilaporkan telah merusak sejumlah fasilitas energi di kawasan Teluk. Di Uni Emirat Arab, otoritas Abu Dhabi menghentikan operasi di fasilitas gas Habshan dan ladang Bab akibat serangan yang disebut sebagai eskalasi berbahaya.

        Di Qatar, fasilitas gas alam cair (LNG) Ras Laffan dilaporkan mengalami kerusakan signifikan. Perusahaan energi nasional QatarEnergy juga melaporkan kebakaran di beberapa fasilitas pada Kamis dini hari, meski api disebut telah berhasil dipadamkan.

        Serangan terhadap South Pars sendiri menjadi yang pertama kali menyasar produksi bahan bakar fosil Iran sejak konflik antara AS, Israel, dan Iran meningkat dalam beberapa pekan terakhir.

        Trump menegaskan bahwa Qatar tidak terlibat dalam serangan Israel, serta memperingatkan Iran agar tidak memperluas target serangan ke negara tersebut.

        Dengan meningkatnya ketegangan ini, kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi global pun semakin menguat.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Ferry Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: