Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Generasi Muda Mulai Anggap AS dan Israel Ancaman, Persepsi Global Bergeser

        Generasi Muda Mulai Anggap AS dan Israel Ancaman, Persepsi Global Bergeser Kredit Foto: Reuters/Amir Cohen
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Persepsi ancaman global di kalangan masyarakat mulai mengalami pergeseran, terutama di generasi muda. Survei terbaru di Poland menunjukkan bahwa selain Rusia, negara seperti Amerika serikat dan Israel juga mulai dipandang sebagai ancaman terhadap perdamaian dunia.

        Melansir laporan media lokal, survei yang dilakukan lembaga riset CBOS tersebut mengungkap mayoritas responden masih menempatkan Rusia sebagai ancaman terbesar. Namun, kemunculan Amerika Serikat dan Israel dalam posisi atas menunjukkan adanya perubahan persepsi publik yang signifikan.

        Sebanyak 54 persen responden menyebut Rusia sebagai ancaman utama terhadap perdamaian global. Sementara itu, Israel berada di posisi kedua dengan 15 persen dan Amerika Serikat di posisi ketiga dengan 14 persen.

        Negara lain seperti China dan Iran berada jauh di bawah dalam daftar ancaman. Hanya 3,6 persen responden yang menyebut China dan 2,1 persen yang menyebut Iran sebagai ancaman terhadap keamanan global.

        Perbedaan persepsi terlihat jelas jika dilihat dari kelompok usia responden. Generasi yang lebih tua cenderung masih melihat Rusia sebagai ancaman utama dengan tingkat kekhawatiran yang jauh lebih tinggi.

        Baca Juga: Amerika Serikat Tegur Israel Terkait Serangan ke Ladang Gas Iran

        Sebaliknya, generasi muda menunjukkan pandangan yang berbeda terhadap peta ancaman global. Responden berusia 18 hingga 24 tahun serta 25 hingga 34 tahun lebih banyak yang menilai Amerika Serikat sebagai ancaman dibandingkan kelompok usia lanjut.

        Tren serupa juga terlihat dalam penilaian terhadap Israel. Sekitar 27 persen responden di bawah usia 35 tahun menganggap Israel sebagai ancaman, sementara pada kelompok usia di atas 55 tahun angkanya berada di bawah 10 persen.

        Perbedaan ini menunjukkan adanya perubahan cara pandang generasi muda terhadap dinamika geopolitik global. Paparan informasi yang lebih luas melalui teknologi digital diduga turut memengaruhi perspektif tersebut.

        Baca Juga: Ladang Gas Jadi Sasaran, Krisis Global Mengancam Akibat Memanasnya Konflik Israel-Iran

        Di sisi lain, generasi yang lebih tua cenderung dipengaruhi oleh pengalaman sejarah, termasuk ketegangan geopolitik di masa lalu yang melibatkan Rusia. Hal ini membuat persepsi ancaman mereka lebih terfokus pada negara tersebut.

        Fenomena ini mengindikasikan bahwa persepsi global tidak lagi bersifat statis, melainkan terus berkembang mengikuti dinamika zaman. Pergeseran ini berpotensi memengaruhi arah opini publik dan kebijakan di masa depan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Wahyu Pratama
        Editor: Fajar Sulaiman

        Bagikan Artikel: