Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Purbaya Klaim Daya Beli Tetap Stabil, tapi Pedagang Tanah Abang Masih Tertekan

        Purbaya Klaim Daya Beli Tetap Stabil, tapi Pedagang Tanah Abang Masih Tertekan Kredit Foto: Cita Auliana
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan daya beli masyarakat tetap kuat menjelang hingga setelah Lebaran, meski kondisi pelaku usaha belum sepenuhnya pulih. Di balik ramainya transaksi di Pasar Tanah Abang, pedagang masih dibayangi beban utang sejak pandemi.

        Hasil inspeksi mendadak yang dilakukan pemerintah pada Sabtu (21/3/2026), menunjukkan aktivitas perdagangan di pusat grosir tersebut tetap tinggi. Lonjakan pengunjung dan transaksi menjadi sinyal konsumsi domestik masih bergerak positif.

        “Kalau saya lihat situasinya ramai seperti itu, jadi daya beli masih cukup,” ujar Purbaya. Pernyataan ini menegaskan optimisme pemerintah terhadap kekuatan belanja masyarakat.

        Ia juga menilai produk dalam negeri tetap diminati oleh konsumen di tengah tekanan ekonomi global. Faktor harga dan kualitas menjadi daya tarik utama yang menjaga daya saing barang lokal.

        “Ini buatan domestik, bagus bajunya. Yang beli juga banyak, ramai. Harganya juga sama, ramai yang beli,” katanya. Kondisi ini menunjukkan sektor ritel masih memiliki daya tahan.

        Namun, situasi tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi pedagang kecil di lapangan. Banyak pelaku usaha yang masih berjuang memulihkan kondisi keuangan setelah terpukul pandemi.

        Sejumlah pedagang mengaku omzet belum sepenuhnya kembali normal seperti sebelum krisis kesehatan global. Tekanan ini semakin terasa karena mereka masih harus menanggung kewajiban finansial lama.

        Beban utang menjadi masalah utama yang belum terselesaikan hingga saat ini. Cicilan bulanan yang tinggi membuat ruang usaha semakin sempit bagi pedagang kecil.

        “Dia bilang tiap bulan bayarannya besar, jadi dia minta bantuan,” ujar Purbaya. 

        Menanggapi situasi tersebut, pemerintah mulai mengkaji opsi restrukturisasi lanjutan melalui Pusat Investasi Pemerintah. Skema yang dipertimbangkan mencakup perpanjangan tenor pinjaman serta penurunan bunga.

        “Saya lagi mikir bisa nggak PIP restrukturisasi, utang mereka dengan bunga yang lebih panjang, yang lebih rendah,” kata dia. Upaya ini diharapkan dapat meringankan tekanan finansial pedagang.

        Pemerintah juga telah melakukan pembahasan awal terkait implementasi kebijakan tersebut. Evaluasi lanjutan akan dilakukan dengan melihat kondisi langsung di lapangan.

        Baca Juga: Purbaya Bakal Potong Anggaran Kementerian Lembaga, Pengajuan Baru Diperketat

        Langkah ini menjadi bagian dari strategi menjaga keberlangsungan usaha kecil di tengah pemulihan ekonomi. Dukungan terhadap sektor informal dinilai krusial untuk menjaga stabilitas ekonomi domestik.

        Kondisi ini menunjukkan adanya ketimpangan dalam proses pemulihan ekonomi pascapandemi. Konsumsi masyarakat memang tetap kuat, tetapi pelaku usaha kecil masih membutuhkan waktu dan dukungan untuk benar-benar bangkit.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Wahyu Pratama
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: