Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Rata-Rata Keluarga Beranggotakan Empat Orang Membuang Makanan Layak Konsumsi Sebesar Rp22,6 Juta per Tahun

        Rata-Rata Keluarga Beranggotakan Empat Orang Membuang Makanan Layak Konsumsi Sebesar Rp22,6 Juta per Tahun Kredit Foto: Reuters/Jason Cairnduff
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Per Maret tahun 2026 ini, rata-rata rumah tangga di Inggris tercatat telah membuang makanan yang masih sangat layak konsumsi dengan nilai mencapai 200 poundsterling atau setara dengan Rp4,5 juta.

        Fakta mengkhawatirkan ini diungkapkan oleh kelompok kampanye lingkungan di Inggris, Love Food, Hate Waste.

        Dikutip dari newrymournedown, berdasarkan data dari WRAP, rata-rata, satu orang di Inggris membuang makanan yang setara dengan tiga porsi makan per minggu.

        Secara nasional, terdapat 4,4 juta ton makanan layak konsumsi yang terbuang sia-sia setiap tahunnya. Total kerugian finansial akibat perilaku ini mencapai angka fantastis, yakni 17 miliar poundsterling per tahun, atau setara dengan 1.000 poundsterling per tahun atau (Rp22,6 juta) untuk rata-rata keluarga beranggotakan empat orang.

        "Di tengah tren kenaikan harga kebutuhan pokok dan tekanan iklim global, mengurangi sampah makanan dinilai sebagai salah satu cara tercepat dan termudah bagi rumah tangga untuk berhemat sekaligus menekan angka emisi. Makanan itu harusnya masuk ke perut, bukan ke tempat sampah," ujar Dr. Sam Hubble, Spesialis Transformasi Sistem Pangan di lembaga WRAP.

        Berdasarkan kebiasaan membuang makanan sehari-hari, para ahli dari Love Food, Hate Waste merumuskan lima langkah sederhana yang bisa diterapkan setiap keluarga untuk menekan jumlah sampah makanan dan menghemat pengeluaran:

        • Pertama, merencanakan menu mingguan dan membuat daftar belanja agar tidak membeli bahan makanan berlebihan.
        • Kedua, memahami label tanggal kedaluwarsa dengan benar.
        • Ketiga, menyimpan makanan dengan tepat, termasuk memanfaatkan freezer untuk memperpanjang masa simpan bahan makanan seperti roti, sayur, dan daging.
        • Keempat, memanfaatkan sisa makanan menjadi menu baru. Sisa nasi, sayuran, atau lauk bisa diolah kembali menjadi hidangan berbeda untuk mengurangi pemborosan.
        • Kelima, mengatur porsi makan sesuai kebutuhan agar tidak menyisakan makanan berlebih.

        Dr. Sam Hubble juga menyebut kampanye ini adalah untuk memulai perubahan kecil dalam kebiasaan rumah tangga supaya memberikan dampak besar bagi penghematan biaya keluarga maupun pengurangan emisi karbon dari limbah makanan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Ferry Hidayat

        Bagikan Artikel: