Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Ukraina Sebut Rusia Diam-diam Memeras Amerika Serikat Lewat Konflik Iran

        Ukraina Sebut Rusia Diam-diam Memeras Amerika Serikat Lewat Konflik Iran Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Ukraina kembali menegaskan bahwa terdapat pemberian intelijen ke Iran. Menurutnya, Moskow tengah menggunakan hal tersebut untuk menghentikan dukungan dari Amerika Serikat ke Kiev.

        Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskiy mengatakan bahwa pihaknya mendapatkan laporkan bahwa terdapat upaya pemerasan dari Rusia ke Amerika Serikat. Moskow menurutnya tengah menawarkan kesepakatan penghentian berbagi intelijen ke Iran. Sebaliknya, Amerika Serikat diminta untuk menghentikan pemberian dukungan intelijen Washington ke Ukraina.

        Baca Juga: BlackRock Peringatkan Ancaman Resesi Global Jika Iran Tetap Jadi Ancaman di Timur Tengah

        “Saya memiliki laporan dari badan intelijen kami yang menunjukkan bahwa mereka melakukan ini dan mengatakan: ‘Kami akan berhenti memberi intelijen ke sekutu jika anda memberi intelijen ke Ukraina.’ Bukankah ini pemerasan? Tentu saja,” ujar Zelenskiy, dikutip dari Reuters.

        Namun, ia tidak menjelaskan kepada siapa pesan tersebut disampaikan oleh Rusia. Moskow sendiri membantah telah membantu pihak dari Teheran. Pihaknya menegaskan tidak terlibat perang dari Israel, Amerika Serikat dan Iran.

        Adapun Zelenskiy juga menyatakan bahwa pihaknya memiliki bukti tak terbantahkan bahwa musuhnya juga masih terus memberikan intelijen kepada Iran. Namun ia tidak merinci lebih lanjut isi data tersebut.

        Namun ia mengungkapkan bahwa hal tersebut bisa terlihat dari komponen drone yang digunakan oleh Iran. Menurutnya, beberapa komponen drone yang digunakan negara tersebut mengandung komponen asal Rusia.

        Sebelumnya, Ukraina juga terlibat dalam membantu negara-negara menghadapi serangan drone di Timur Tengah. Zelenskiy menyebut pihaknya telah mengirim tim ahli ke sejumlah negara seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Qatar.

        Zelenskiy menambahkan bahwa pihaknya berharap dapat menjalin kesepakatan jangka panjang dengan negara-negara tersebut, termasuk dalam bentuk pendanaan untuk produksi sistem pencegat drone atau pengadaan rudal pertahanan udara yang sangat dibutuhkan dalam perangnya dengan Rusia.

        Di Eropa Timur, Ukraina sendiri tengah berupaya menahan ofensif musim semi terbaru dari Rusia. Hal ini menyusul mandeknya perundingan damai yang didukung Amerika Serikat. Kiev diketahui akan memanfaatkan keberhasilan taktis terbaru serta inovasi dalam medan perang seperti serangan jarak menengah.

        Fokus dari kampanye yang telah lama diantisipasi ini adalah apa yang disebut sebagai “Sabuk Benteng” (Fortress Belt). Ia merupakan rangkaian kota yang dipertahankan secara ketat di Timur Donetsk, Ukraina.

        Baca Juga: Taiwan Waspadai China Manfaatkan Perang Amerika Serikat dan Iran

        Rusia dalam sepekan terakhir sudah melancarkan serangan berskala batalion di Timur Sloviansk, Pokrovsk dan Kostiantynivka. Hal itu dilakukan dengan tujuan menciptakan kondisi bagi ofensif yang lebih luas.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: