Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Taiwan Waspadai China Manfaatkan Perang Amerika Serikat dan Iran

Taiwan Waspadai China Manfaatkan Perang Amerika Serikat dan Iran Kredit Foto: Reuters/Dado Ruvic
Warta Ekonomi, Jakarta -

Taiwan tengah menyoroti perang dari Iran dan Amerika Serikat. Taipei khawatir bahwa perang tersebut akan menjadi ladang pembelajaran untuk China.

Dikutip dari Reuters, Taiwan mengatakan bahwa pihaknya khawatir negara tetangganya itu memanfaatkan hingga belajar terkait dengan kemampuan persenjataan yang dimilikinya melalui perang dari Iran dan Amerika Serikat.

Baca Juga: Iran Ingin Lebanon Masuk Radar Negosiasi Damai Amerika Serikat

Menurut Taiwan, China melihat konflik yang sedang terjadi sebagai peluang untuk memperkuat pengaruh militernya dalam wilayah dari Indo-Pasifik. Hal ini terlihat dari aktivitas militer skala besar yang meningkat sejak bulan dari Maret.

Taipei juga menyebut bahwa fokus terhadap perang terkait juga bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan tekanan psikologis oleh Beijing di Indo-Pasifik. Hal ini terlihat dari sejumlah postingan dalam media sosial yang mendiskreditkan persenjataan dari Amerika Serikat. Senjata-senjata itu diketahui turut juga dimiliki oleh Taiwan.

Menurut Taiwan, hal ini merupakan sinyal meningkatnya perang informasi atau cognitive warfare dari China. Beberapa indikasinya meliputi penyebaran video akal imitasi, upaya penggiringan opini hingga narasi krisis energi di Taiwan.

Konflik Washington dan Iran sendiri di sisi lain bisa memberikan pelajaran bagi China. Beijing melalui hal tersebut dapat memantau perkembangan terkini dari strategi militer, respons hingga efektivitas sistem persenjataan dari Amerika Serikat.

Sekutu Asia dari Amerika Serikat beberapa waktu ini juga memperingatkan terkait dampak konflik berkepanjangan antara negara tersebut dengan Iran. Konflik terkait disebut bisa mengubah keseimbangan keamanan regional hingga mengurangi fokus pertahanan terhadap China.

Taiwan sendiri menjadi salah satu titik konflik paling sensitif di dunia, dengan klaim kedaultan yang masing-masing dimiliki oleh Taipen dan China. Di sisi lain, aktivitas militer yang terus meningkat juga menjadi kekhawatiran tersendiri di Asia-Pasifik.

Baca Juga: Gedung Putih: Trump Siap Hantam Iran Lebih Keras Jika Tak Mengaku Kalah dari Amerika Serikat

Situasi Taiwan dan Timur Tengah menunjukkan bagaimana konflik dalam satu kawasan dapat berdampak langsung terhadap stabilitas kawasan lain, memperbesar risiko ketegangan global yang saling terhubung.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar