Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Laba BRI Tembus Rp7,73 Triliun, Tumbuh 17% hingga Februari 2026

        Laba BRI Tembus Rp7,73 Triliun, Tumbuh 17% hingga Februari 2026 Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) membukukan laba bersih sebesar Rp7,73 triliun pada Februari 2026. Angka tersebut tumbuh 17,05% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/yoy).

        Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit BRI hingga Februari 2026 mencapai Rp1.346,16 triliun atau tumbuh 10,49% yoy. Pertumbuhan ini melambat dibandingkan realisasi bulan sebelumnya sebesar Rp1.354,08 triliun atau tumbuh 11,95% yoy.

        Kinerja kredit tersebut menopang pendapatan bunga sebesar Rp25,88 triliun, meskipun tercatat turun tipis 1,25% yoy.

        Di sisi lain, beban bunga turun 15,21% yoy menjadi Rp6,74 triliun. Dengan demikian, pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) meningkat 4,84% yoy menjadi Rp19,14 triliun.

        Namun demikian, margin bunga bersih (net interest margin/NIM) mengalami sedikit moderasi dari 6,25% pada periode yang sama tahun lalu menjadi 6,15% pada Februari 2026. Secara grup, BRI menargetkan NIM berada di kisaran 7,4–7,8% sepanjang tahun ini.

        BRI juga berhasil menekan kerugian kredit (impairment) sebesar 15,77% menjadi Rp7,54 triliun. Penurunan ini turut mendorong efisiensi, dengan beban operasional turun 2,4% menjadi Rp9,53 triliun, sehingga laba operasional mencapai Rp9,61 triliun atau tumbuh 13,14%.

        Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) tercatat tumbuh 9,26% yoy menjadi Rp1.508,84 triliun. Pertumbuhan DPK didorong oleh peningkatan dana murah (current account saving account/CASA), dengan giro naik 16,48% menjadi Rp428,89 triliun dan tabungan tumbuh 11,57% menjadi Rp588,38 triliun. Sebaliknya, deposito naik tipis 1,28% menjadi Rp491,57 triliun.

        Secara keseluruhan, dana murah BRI mencapai Rp1.017,27 triliun atau tumbuh 13,59% yoy, sehingga rasio CASA tetap terjaga di level 67,42% per Februari 2026.

        Dari sisi likuiditas, rasio pinjaman terhadap simpanan (loan to deposit ratio/LDR) sedikit melonggar ke level 89,22% pada Februari 2026, dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 90,53%.

        Baca Juga: Bos BRI Beri Sinyal Kenaikan Dividen Setelah Cetak Laba Rp57,13 Triliun

        Baca Juga: Penyaluran KUR BRI Tembus Rp178 Triliun di 2025, Jangkau 3,8 Juta Usaha

        Hingga Februari 2026, BRI membukukan total aset sebesar Rp1.983,03 triliun atau tumbuh 6,46% yoy. Sementara itu, liabilitas tercatat Rp1.676,77 triliun atau tumbuh 7,78% yoy, dan ekuitas sebesar Rp306,25 triliun atau terkoreksi 0,24% yoy.

        Selanjutnya, rasio profitabilitas tetap terjaga, dengan return on assets (ROA) sebesar 2,37% dan return on equity (ROE) mencapai 15,32% pada periode tersebut.a

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Cita Auliana
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: