Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        IHSG Loyo di Penutupan Sesi I, Analis Ingatkan Risiko Dead Cat Bounce

        IHSG Loyo di Penutupan Sesi I, Analis Ingatkan Risiko Dead Cat Bounce Kredit Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan pelemahan ke level 7.101 pada penutupan sesi I perdagangan akhir pekan, Jumat (27/3/2026). Merujuk data RTI Business, IHSG turun 63,08 poin atau 0,88% dari pembukaan pagi.

        Pada perdagangan pagi, IHSG sempat jatuh lebih dalam ke level 7.070,21. Sementara itu, posisi tertinggi hariannya berada di level 7.154,55.

        Sembilan dari 11 indeks sektoral bergerak melemah, dipimpin oleh IDXIndustry dan IDXInfra. Aksi jual masih melanda saham grup Prajogo Pangestu, seperti BREN (-3,60%), TPIA (-2,02%), dan BRPT (-1,52%).

        Mayoritas bursa Asia juga melemah, sementara bursa Hong Kong dan China menguat, ditopang data industrial profit yang naik melebihi ekspektasi.

        Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas IndonesiaNafan Aji Gusta, mengatakan secara teknikal IHSG masih berada dalam fase limited downside selama indikator relative strength index (RSI) menunjukkan kondisi oversold.

        “Di sisi lain, indikator stochastics K-D dan RSI masih menunjukkan sinyal positif, meskipun volume menurun,” ujarnya dalam analisis.

        Baca Juga: IHSG Jeda Siang Turun 0,88% ke 7.101, AMRT, BREN dan MBMA Top Losers LQ45

        Baca Juga: IHSG Hari Ini Jumat (27/3) Dibuka Loyo ke Level 7.136

        Lebih lanjut, Nafan melihat pelemahan indeks global dipengaruhi sentimen negatif dari pernyataan Presiden Donald Trump bahwa Amerika Serikat belum yakin apakah mampu atau bersedia mencapai kesepakatan damai dengan Iran. Dampaknya, harga minyak naik seiring berlanjutnya konflik di Timur Tengah.

        “Bila sentimen ini terus berlanjut, maka secara teknikal pergerakan IHSG berpotensi mengalami dead cat bounce,” kata Nafan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dwi Aditya Putra
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: