Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Piala AFF U-19 Terancam Bikin Malu Se-ASEAN, Pemko Medan dan Panitia Saling Lempar Tanggung Jawab

Piala AFF U-19 Terancam Bikin Malu Se-ASEAN, Pemko Medan dan Panitia Saling Lempar Tanggung Jawab Kredit Foto: Pemko Medan
Warta Ekonomi, Jakarta -

Polemik penyelenggaraan ASEAN Boys Championship atau AFF U-19 2026 kembali mencuat setelah muncul tudingan bahwa Pemerintah Kota Medan tidak memenuhi komitmen terkait akomodasi peserta. Namun, Pemko Medan menegaskan sejak awal tidak pernah ada kesepakatan untuk membiayai hotel maupun penginapan tim peserta.

Sekretaris Daerah Kota Medan, Wiriya Alrahman, mengatakan peran pemerintah daerah dalam persiapan AFF U-19 hanya sebatas mendukung fasilitas olahraga. Menurutnya, sejak awal pembahasan yang dilakukan bersama pihak terkait hanya menyangkut stadion dan lapangan latihan.

"Sejak awal tidak pernah ada komitmen dari Pemko Medan untuk menanggung biaya akomodasi hotel maupun penginapan peserta AFF. Tidak pernah dibahas. Yang diminta kepada kami hanya pembenahan lapangan dan stadion," ujar Wiriya.

Pemko Medan mengaku telah mempersiapkan sejumlah fasilitas yang dibutuhkan untuk mendukung turnamen tersebut. Beberapa di antaranya adalah Stadion Teladan, Stadion Kebun Bunga, serta Lapangan Taman Cadika yang disiapkan sebagai lokasi latihan.

Meski begitu, hasil inspeksi menunjukkan sejumlah fasilitas belum memenuhi standar yang dibutuhkan sehingga harus menjalani perbaikan. Salah satu yang menjadi perhatian adalah Stadion Teladan yang masih berada dalam proses pengerjaan proyek hingga September 2026.

"Kontrak pekerjaan Stadion Teladan baru selesai September 2026. Dari awal PSSI sudah mengetahui stadion ini masih dalam tahap pengerjaan melalui proyek APBN dan APBD," kata Wiriya.

Di tengah proses persiapan tersebut, polemik baru muncul ketika Pemko Medan menerima surat permintaan pembiayaan akomodasi peserta pada 24 Mei 2026. Pemerintah kota menilai permintaan itu tidak bisa dipenuhi karena tidak memiliki dasar hukum maupun alokasi anggaran yang tersedia.

"Tiba-tiba datang surat meminta pembiayaan. Kami melihat tidak ada ketentuan atau aturan yang dapat mengakomodasi permintaan tersebut. Anggaran juga tidak tersedia untuk itu, sehingga tidak bisa dipenuhi," tegasnya.

Wiriya menjelaskan penyelenggaraan kejuaraan internasional berdasarkan regulasi olahraga nasional merupakan tanggung jawab induk organisasi cabang olahraga. Dalam konteks AFF U-19 2026, tanggung jawab tersebut berada di bawah PSSI sebagai penyelenggara.

Pemko Medan juga menegaskan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) tidak dapat digunakan untuk membiayai kebutuhan hotel peserta turnamen. Karena itu, pemerintah daerah telah meminta penjelasan kepada Kementerian Dalam Negeri terkait aspek regulasi pembiayaan kegiatan tersebut.

Di sisi lain, panitia pelaksana mengaku kecewa atas situasi yang terjadi menjelang berlangsungnya turnamen. Mereka menilai persoalan akomodasi telah berdampak terhadap sejumlah tim peserta yang datang ke Indonesia.

Salah seorang panitia, Muhammad Fauzi, menyebut ada tim peserta yang mengalami kendala terkait penginapan. Bahkan, ia mengungkapkan Timor Leste disebut telah meninggalkan hotel akibat persoalan pembayaran, sementara Filipina berpotensi menghadapi masalah serupa.

"Kami kecewa karena Pemko Medan tidak komitmen soal akomodasi negara peserta AFF ini. Kasihan para pemain muda yang datang untuk bertanding justru harus dipusingkan dengan persoalan hotel," kata Fauzi.

Baca Juga: Main di Sumut, Ini Jadwal Jadwal Timnas Indonesia U-19 di Piala AFF 2026

Menurutnya, polemik tersebut tidak hanya berdampak pada peserta, tetapi juga berisiko memengaruhi citra Indonesia sebagai tuan rumah ajang internasional. Karena itu, ia berharap persoalan tersebut dapat segera diselesaikan agar fokus turnamen kembali tertuju pada pertandingan.

Perbedaan versi antara panitia dan Pemko Medan kini menjadi sorotan menjelang bergulirnya AFF U-19 2026. Di tengah persiapan yang terus berjalan, polemik akomodasi peserta menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dituntaskan agar tidak mengganggu jalannya turnamen.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama

Tag Terkait: