Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Penjualan Hartadinata (HRTA) Sentuh Rp44,54 Triliun di 2025, Laba Lompat 121%

        Penjualan Hartadinata (HRTA) Sentuh Rp44,54 Triliun di 2025, Laba Lompat 121% Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Kinerja PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) sepanjang 2025 menunjukkan lonjakan signifikan di hampir seluruh lini. Perusahaan yang bergerak di industri perdagangan emas ini berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp978,49 miliar, meroket 121,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp442,18 miliar.

        Lonjakan laba tersebut sejalan dengan peningkatan penjualan yang sangat agresif. HRTA mencatatkan pendapatan sebesar Rp44,54 triliun, tumbuh 144,38% secara tahunan dari Rp18,22 triliun pada 2024.

        Penjualan ini didominasi oleh segmen grosir sebesar Rp39,19 triliun, diikuti toko Rp5,2 triliun, gadai Rp140,98 miliar, jasa pemurnian Rp8,9 miliar, serta penjualan dengan rekanan Rp606,14 juta.

        Di tengah naiknya pendapatan, beban pokok pendapatan juga ikut melonjak tajam menjadi Rp42,62 triliun dari Rp17,13 triliun. Meski demikian, HRTA tetap mampu mencetak laba bruto sebesar Rp1,92 triliun, meningkat dari Rp1,09 triliun pada tahun sebelumnya.

        Dari sisi operasional, beban penjualan naik menjadi Rp82,02 miliar dari Rp9,92 miliar, sementara beban umum dan administrasi meningkat menjadi Rp242,27 miliar dari Rp209,76 miliar. Penghasilan keuangan turut tumbuh menjadi Rp5,8 miliar, sedangkan beban keuangan naik menjadi Rp344,17 miliar dari Rp310,21 miliar.

        Laba sebelum pajak melonjak menjadi Rp1,25 triliun dari Rp567,08 miliar. Setelah dikurangi beban pajak penghasilan sebesar Rp280,38 miliar, laba bersih yang dihasilkan mencapai angka hampir Rp1 triliun.

        Baca Juga: Alfamart (AMRT) Raih Pendapatan Rp126,73 Triliun di 2025, Laba Naik 8,34%

        Baca Juga: Emiten Alat Kesehatan OMED Kantongi Penjualan Rp2,06 Triliun pada 2025

        Dari sisi neraca, total aset HRTA meningkat signifikan menjadi Rp12,6 triliun dari Rp5,95 triliun. Liabilitas tercatat Rp9,37 triliun, naik dari Rp3,61 triliun, sementara ekuitas menguat menjadi Rp3,23 triliun dari Rp2,34 triliun.

        Lonjakan kinerja ini mencerminkan ekspansi bisnis yang agresif sekaligus kemampuan HRTA dalam menangkap peluang pasar, meski di tengah tekanan biaya yang ikut meningkat tajam.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: